Share

Mahasiswa Autis Di-Bully, Kampus Wajib Miliki Unit Pelayanan Khusus Disabilitas

Rayful Mudassir, Okezone · Kamis 20 Juli 2017 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 20 65 1740580 mahasiswa-autis-di-bully-kampus-wajib-miliki-unit-pelayanan-khusus-disabilitas-hGwZVI2KT5.jpg Foto: Apriyadi/Okezone

JAKARTA - Kasus bullying yang dialami seorang mahasiswa Autis di Universitas Gunadarma, Jakarta menyita perhatian publik terkait pelayanan kampus.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menyebut perguruan tinggi di Indonesia wajib memiliki unit pelayanan bagi kaum disabilitas untuk mencegah bullying kembali terjadi.

Kepada Okezone, Maman menerangkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 143 tentang hak disabilitas dijelaskan, kaum disabilitas mendapat hak-hak seperti pendidikan, kesehatan, politik hingga pelayanan publik. Bahkan siapa saja yang menghalangi upaya tersebut akan terkena sanksi pidana 2 tahun atau denda Rp200 juta.

“Di Indonesia cuma 3 yang baru menerapkan undang-undang tersebut. Yakni universitas Brawijaya, UI (Universitas Indonesia) dan UGM (Universitas Gadjah Mada). Yang lain belum,” kata Maman di Kantor Okezone, baru-baru ini.

Kasus bullying di Universitas Gunadarma, kata dia, menjadi salah satu bukti berapa sulitnya implementasi setiap undang-undang yang telah dirancang oleh DPR. Jika undang-undang yang disahkan namun tidak dijalankan, maka hanya akan jadi omong kosong belaka. Ia pun meminta seluruh institusi terkait untuk berkoordinasi menyelesaikan masalah ini.

“Kemudian kita ini bisa bangun koordinasi antar institusi. Di sini memang ada Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, juga kepolisian (untuk menyelesaikan kasus bullying),” jelasnya.

Sebelumnya, mahasiswa Gunadarma bernama Muhamad Farhan menjadi korban bullying teman-temanya dan menjadi video viral di media sosial. Akibat perlakuan tersebut, korban mengalami trauma berat. Sebab hal itu ia rasakan sejak awal masuk kuliah.

13 pelaku bullying kepada Farhan akhirnya diberi sanksi oleh pihak kampus. Keputusan tersebut dibacakan oleh Wakil Rektor III Universitas Gunadarma, Irwan Bastian. Ke-13 pelaku bullying tersebut dihukum sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Tiga mahasiswa dengan pelanggaran berat yakni AA, YLL, dan HN dikenakan skorsing 12 bulan. Satu orang berinisial PDP diskorsing selama enam bulan karena terlibat dalam video tersebut sambil berteriak-teriak. Sedangkan sembilan orang lainnya diberikan peringatan tertulis karena terlihat dalam video melakukan pembiaran.

Follow Berita Okezone di Google News

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini