Share

Ulfa 'Anak Kondektur Bus' Ungkap Misteri Karangan Bunga dari Pejabat BNPT

Taufik Budi, Sindo TV · Kamis 13 Juli 2017 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 13 65 1735434 ulfa-anak-kondektur-bus-ungkap-misteri-karangan-bunga-dari-pejabat-bnpt-RhBPo2AZyI.jpg Foto: Taufik Budi

SEMARANG - Ulfa Nurjanah (21) tak hanya cantik dan pintar, tetapi juga menjadi bintang saat prosesi wisuda yang digelar di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Selain mendapat kesempatan berbicara menyampaikan testimoni bisnisnya, dia juga mendapat sederet karangan bunga termasuk dari pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Di antara karangan bunga berisi ucapan selamat itu, terdapat satu yang paling menarik perhatian karena dikirim oleh Deputi 1 BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir.

Karangan bunga yang didominasi warna merah itu bertuliskan "Selamat atas Pelaksanaan Wisuda Ulfa Nurjanah (Owner Cumi Crispi)".

"Itu memang dari Pak Jenderal (Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir). Dulu kan saya pengurus KM BEM, nah pada suatu saat menggelar acara dengan narasumber beliau. Dari situlah saya mengenal," ujar Ulfa sambil tersenyum hingga memperlihatkan gingsul giginya.

Bungsu dari empat bersaudara itu mengatakan, masih menjalin komunikasi dengan perwira tinggi TNI itu. Tak hanya bertukar kabar tentang studinya, tetapi Ulfa juga menyampaikan perkembangan bisnis cumi krispy yang menjadikannya sebagai jutawan muda.

"Sampai sekarang masih komunikasi. Beliau sangat mendukung usaha saya ini, makanya sampai saya wisuda beliau mengirimkan karangan bunga sebagai ucapan selamat," katanya bangga.

Sebelumnya diberitakan, Ulfa yang merupakan anak kondektur bus Jurusan Tegal-Semarang tak hanya lulus dengan predikat cumlaude tetapi juga sukses menjadi pengusaha. Bahkan, usaha yang digelutinya itu kini telah berkembang pesat hingga memiliki enam outlet.

Omzet bisnis makanan ringan itu kini mencapai Rp90 juta per bulan. Dia merangkul sejumlah mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah menjadi karyawan yang dipekerjaan di outlet maupun rumah produksi. Hasil kerja kerasnya berbuah manis karena bisa membelikan sebuah rumah bagi orangtuanya agar tak selalu berpindah setelah masa kontrakan habis.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini