Keren, Mahasiswa Buat Pendeteksi Siluman

Prabowo, Okezone · Kamis 22 Juni 2017 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 21 65 1721602 keren-mahasiswa-buat-pendeteksi-siluman-X4Cyk6Ueqs.jpg Foto: Dok UMY

YOGYAKARTA - Banyak pulau kecil wilayah Indonesia yang perlu pengawasan intensif. Perlunya pengawasan itu agar wilayah perairan tidak menjadi jalan masuk bagi oknum pelaku illegal fishing.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menciptakan terobosan dengan membuat PTS (Pendeteksi) Siluman. Tim dari empat mahasiswa Fakultas Teknik itu merasa perlu sebuah sistem yang dapat bekerja mengawasi wilayah laut Indonesia.

Empat mahasiswa itu mulai dari Iwan Tri Sujoko (Teknik Elektro 2014), Wicaksono Aji Wibowo (Teknik Elektro 2013), Vendy Dwi Hendra Nugraha (Teknik Elektro 2013) dan Faiz Evan Saputra (Teknik Mesin 2015).

PTS Siluman itu merupakan sebuah prototype kapal cepat tanpa awak yang berfungsi sebagai pendeteksi kegiatan illegal fishing di perairan Indonesia.

"PTS Siluman yang kami buat dapat menjadi alternatif andalan untuk memberikan pengawasan perairan Indonesia, sehingga dapat memberi informasi bagi pihak yang berwajib ketika ada kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia," kata Ketua Tim, Iwan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/6/2017).

Cara kerja PTS Siluman, menggunakan sensor kamera yang mengunci objek benda dengan warna-warna cerah. Kemudian, mengambil nilai RGB dari benda yang sudah dilacak. Selanjutnya kamera akan memberi serial informasi gambar seperti massa x, massa y, dan juga pixel.

"PTS Siluman ini menggunakan modul kamera yang berfungsi untuk mengolah data citra menjadi informasi dengan metode tracking colour sehingga objek yang sudah terkunci akan mampu terus dikuti oleh kamera," katanya.

Data informasi, lanjutnya, kemudian dikirim ke base station yang juga dapat memantau secara real time melalui webcam yang terpasang di badan kapal. PTS Siluman memiliki dua mode pengoperasian yakni manual dan autonomous.

"PTS Siluman ini menggunakan System of Recognition Intelligent yang mampu mengelola dan mengotrol sistem elektronik dari kapal," katanya.

Sistem ini merupakan user interface yang cukup maju dan mampu menggunakan input suara untuk pengoperasiannya. Misalnya dalam mode manual kapal dapat dikendalikan melalui handphone Android dan diaktifkan dengan perintah suara, ketika sudah diaktifkan maka kapal akan melakukan scanning wilayah dengan kontrol pengguna.

Sedangkan dalam mode autonomous kapal akan melakukan scanning wilayah secara otomatis sesuai dengan sistem yang sudah diprogram untuk kapal. PTS Siluman tersebut merupakan kapal Hibrid yang menggunakan bahan bakar minyak dan juga sel surya sebagai bahan bakarnya.

"Selain bbm kami juga menggunakan sel surya yang kami manfaatkan untuk mengisi baterai sebagai bahan bakar tambahan. Ini agar kapal tetap bisa bergerak walau bbm sudah habis digunakan," katanya.

Dalam uji ketahanan yang dilakukan, PTS Siluman belum bisa bertahan selama 24 jam. Namun, para mahasiswa ini merasa yakin kapal tersebut dapat beroperasi selama 24 jam ketika sudah disempurnakan kedepan.

PTS Siluman juga dilengkapi dengan GPS (global positioning system) sebagai sistem navigasinya, sehingga posisi PTS Siluman dapat menyediakan koordinat posisi kapal secara instan di belahan wilayah manapun dalam kondisi cuaca apapun.

Dalam uji coba yang dilakukan tim PKM-KC, PTS Siluman terbukti dapat melakukan tugasnya dengan baik, seperti melakukan manuver pelayaran dan melakukan scanning. Tim berharap PTS Siluman berharap ketika program tersebut selesai agar dapat berlanjut untuk menyempurnakan prototype dari PTS Siluman.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini