Share

Tingkatkan Nilai Pluralisme, Ikatan Alumni UII di Australia Dibentuk

Iradhatie Wurinanda, · Senin 24 April 2017 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 24 65 1675301 tingkatkan-nilai-pluralisme-ikatan-alumni-uii-di-australia-dibentuk-cx7Z7bC7tV.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Memiliki jumlah alumni yang besar dan tersebar di berbagai wilayah, baik di dalam maupun luar negeri, Universitas Islam Indonesia (UII) melebarkan sayapnya hingga ke Australia. Bertekad memberi pemikiran bagi pembangunan Indonesia, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Australia itu ingin meningkatkan nilai pluralisme bangsa.

Ketua IKA UII, Prof Mahfud MD mengatakan, ikatan alumi ini harus mengedepankan pemikiran dan praktik Islam inklusif.

"Islam yang kita kedepankan sebagai jalan hidup. Kita harus melihat realitas pluralisme Indonesia. Dan ini sudah diijtihadkan para ulama dan tokoh nasional sejak sebelum merdeka," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (24/42017).

Dia menjelaskan, nilai-nilai Islam harus dimasukkan dalam relung-relung kehidupan masyarakat. Namun, tidak harus memformalkan hukum Islam untuk semua masyarakat.

Selain Ketua IKA UII Mahfud MD dan Dr Halim Alamsyah, pada acara pelantikan pengurus IKA UII Australia itu hadir juga Konjen RI Melbourne Dewi Savitri Wahab, mantan Rektor UII Prof Edy Suandi Hamid, dan alumni UII yang juga Gubernur Bengkulu Dr Ridwan Mukti. Sedangkan yang didapuk menjadi Ketua IKA UII Australia, yakni Hamim Jufri dan Iwan Sulistiawan.

Dewi Savitri secara khusus meminta kepada IKA UII Australia menjadi perekat bagi berbagai organisasi masyarakat yang ada di Australia. "Bayangkan, di negara bagian Victoria saja ada 52 perkumpulan orang Indonesia," ucapnya.

Sementara Edy Suandi Hamid menambahkan, saat ini UII memiliki lebih dari 84 ribu alumni. Dia berharap, ke depan IKA UII Australia bisa menjadi cikal bakal dibentuknya IKA UII di negara lain.

"Kita bersyukur para alumni ini sudah membeirkan kontrubusi besar bagi bangsa Indonesia. Sudah banyak yang menjadi pejabat," tandas Edy.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini