Share

Wakil Dekan Cabul Dinilai karena Moralnya Lemah

Agregasi Jawapos.com, Media · Rabu 05 April 2017 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 05 65 1659236 wakil-dekan-cabul-dinilai-karena-moralnya-lemah-SsgBDpttwG.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Melahirkan tenaga pendidik atau dosen berkualitas dan berintegritasmenjadi tantangan terbesar bagi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) hingga kini.

Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) berinisial IKS merupakan bentuk lemahnya pertahanan moral seorang tenaga pendidik.

Menurut Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami, kasus yang dialami IKS lebih dipicu oleh moral dan benteng moralitas perorangan. Jika seseorang tidak tangguh, maka bisa saja dengan mudah mengalami hal serupa. "Tak hanya dekan, semua orang bisa mengalami hal yang sama,” kata Amich Alhumami, Rabu (5/4/2017), dikutip dari Jawa Pos.

Amich menilai, bercermin dari kasus tersebut, seluruh lapisan masyarakat harus menjaga prinsip-prinsip moralitas agama atau moralitas dalam kehidupan bermasyarakat. Sejatinya memang dosen menjadi teladan yang baik di lingkungan.

“Karena dia (dosen) bekerja di institusi pendidikan, dan pendidikan itu harus mengajarkan keteladanan dan moralitas yang baik. Haruslah berperilaku dan berperangai yang baik pula,” katanya.

Amich meminta tenaga pendidik dan dunia kampus lebih memerkuat pemahaman ajaran agama dan implementasi moral dalam kehidupan sehari-hari. "Bukan hanya pemahaman tapi implementasinya bagaimana supaya semua memahami,” ujar Amich.

Dengan begitu tenaga pendidik bisa berperan sebagai peneliti dan pengajar yang baik. Integritas tenaga pengajar menghasilkan karya-karya ilmiah akan lebih besar ketimbang kecenderungan maraknya penyakit sosial. “Secara sosial ekonomi tenaga pendidik akan melahirkan lulusan berkualifikasi pendidikan tinggi dan masuk kepada pasar kerja yang sesuai menurut bidang keahlian yang dipelajari. Di sisi lain, kelompok yang semakin terdidik atau kelompok kelas menengah semakin banyak untuk mengokohkan pemerintah,” katanya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini