Budaya dan Pendidikan Bisa Pererat Negara

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 29 Maret 2017 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 29 65 1653823 budaya-dan-pendidikan-bisa-pererat-negara-grygSE9lHj.jpg Foto: Dok. UMY

JAKARTA – Setiap negara pasti memiliki budayanya masing-masing. Hal tersebut tentu menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari. Tidak heran, budaya dan pendidikan yang ada bisa menjadi salah satu cara untuk mempererat antarbangsa.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Ir Gunawan Budiyanto, M.P. seperti dinukil dari laman UMY, Rabu (29/3/2017).

“Hubungan antarsatu negara dengan negara lain tidak bisa disatukan dengan politik saja. Justru budaya dan pendidikan yang dapat mempererat hubungan keduanya,” ungkapnya.

Menurutnya, negara memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam bidang politik. Sedangkan representatif budaya merupakan makanan. “Setiap negara memiliki makanan khas yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Salah satu cara yang bisa mempersatukan budaya yakni melalui kegiatan International Cultural Festival (ICF) 2017. Kegiatan ini sendiri dilakukan sebagai pemersatu antara mahasiswa asing yang ada di UMY.

“Tahun ini ada 20 negara yang ikut di ICF 2017, sedangkan tahun lalu ada 17 negara. Jadi ada tambahan dari tiga negara, karena partner UMY juga semakin banyak dari negara lain. Selain dihadiri para mahasiswa dari 17 negara, ada juga instruktur bahasa Italia yang ikut andil, karena ia berniat memperkenalkan citarasa orisinal makanan asal italia,” ungkap Kepala Biro Kerja Sama UMY, Indira Prabasari, Ph.D.

Beberapa negara yang ikut berpartisipasi di antaranya Indonesia, Prancis, China, Spanyol, sampai Turki. “Supaya mahasiswa dapat berkumpul bersama, bertukar cerita, dan membentuk network. Selain itu juga agar mahasiswa asing saling mengenal satu sama lain, karena biasanya mereka memiliki kesamaan rasa, jadi biar mereka bisa saling sharing,” tambahnya. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini