Duh, Anggaran Pengembangan Madrasah Masih Minim

Iradhatie Wurinanda, · Selasa 07 Maret 2017 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 07 65 1636633 duh-anggaran-pengembangan-madrasah-masih-minim-VfehFj5CUW.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kesenjangan masih menjadi masalah dalam pengembangan madrasah. Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI, Endang Maria Astuti hal ini salah satunya disebabkan oleh minimnya anggaran. Sedangkan pihak madrasah sendiri tak boleh menarik sumbangan.

"Madrasah yang tak mampu mencukupi biaya operasional pendidikan itu banyak, terutama yang swasta kecil-kecil. Jangankan dari sisi bangunan, di daerah ada yang siswanya ke sekolah tidak memakai sepatu. Tapi mereka tetap semangat," ujarnya kepada Okezone, Selasa (7/3/2017).

Meski serba terbatas, semangat para guru dan siswa patut diapresiasi. Untuk itu, demi mengembangkan sekolah madrasah Endang mengaku Komisi VIII DPR RI telah membentuk panitia kerja (Panja) pendidikan Islam.

"Supaya ada regulasi sebagai masukan kepada pemerintah. Saya ini juga berkali-kali memprotes kenapa anggaran kecil. Guru di Kemenag ada yang tunjangan tertunda, itu semua ingin diselesaikan," sebutnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, keberpihakan pemerintah kepada madrasah swasta juga masih kurang. Sehingga, yang lebih banyak berkembang adalah madrasah negeri.

"Madrasah perlu diperhatikan karena berperan untuk mengatasi degradasi moral. Beberapa madrasah ada yang tak mampu, mungkin tutup, padahal mereka punya semangat yang besar untuk setara dengan sekolah umum lainnya. Itu terjadi di daerah saya juga," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini