Taklukkan 7 Puncak Gunung di Dunia, Mahasiswi Ini Rela Latihan Berat

Oris Riswan, Okezone · Selasa 20 Desember 2016 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 20 65 1570972 taklukkan-7-puncak-gunung-di-dunia-mahasiswi-ini-rela-latihan-berat-KHx8bAHOaC.jpg Foto: Oris Riswan/Okezone

BANDUNG - Demi bisa menaklukkan tujuh puncak gunung di tujuh lempeng benua, dua mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yaitu Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23), rela melakukan latihan berat.

Empat gunung sudah berhasil ditaklukkan yaitu Gunung Carstenzs Pyramid di Papua, Gunung Elbrus di Rusia, Gunung Kilimanjaro di Afrika, dan Gunung Aconcagua di Argentina.

Kini, keduanya bersiap menaklukkan Gunung Vinson Massif di Antartika. Total perjalanan mereka dari awal hingga akhir dijadwalkan berlangsung dari 20 Desember 2016 hingga 23 Januari 2017.

Gunung Vinson Massif sendiri memiliki ketinggian 4.892 meter di atas permukaan laut (mdpl). Cuaca ekstrim sangat identik dengan gunung tersebut. Suhu di sana bahkan bisa mencapai di bawah 40 derajat celcius.

Bagi orang dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mendaki Gunung Vinson Massif memiliki kesulitan tersendiri. Pendaki akan dihadapkan pada cuaca ekstra dingin yang jarang ditemui di Indonesia.

Proses penyesuaian diri pun dilakukan Fransiska dan Mathilda agar perjalanan di sana lancar. Sehingga mereka tidak kaget dengan bebagai tantangan di sana.

Agar terbiasa dengan cuaca dingin dan melawannya, keduanya berlatih pernapasan. Tujuannya agar keduanya bisa bernapas dengan baik di tengah dinginnya suhu dan tipisnya oksigen di Gunung Vinson Massif.

Metode itu ditemukan oleh seorang Belanda dan teknik itu diadopsi keduanya. Bahkan beberapa kali keduanya harus berendam di dalam air berisi balok-balok es selama berada di Bandung.

"Kami harus mengubah suhu dingin itu agar jadi tidak dingin dengan cara bernapas (dengan teknik khusus). Itu yang membedakan latihan kami untuk perjalanan ini dibanding perjalanan sebelumnya," kata Fransiska di Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, baru-baru ini.

Cara itu akan jadi salah satu adaptasi agar keduanya bisa beradaptasi dengan suhu dingin. Meski di luar itu, ada pakaian khusus yang memberi rasa hangat.

Selain itu, ada berbagai latihan lain yang ditempuh Fransiska dan Mathilda dalam kurun sekira delapan bulan terakhir. Salah satunya adalah latihan berlari dengan beragam medan, mulai dari trek datar, trek jarak jauh dan menanjak dengan beban 22-30 kilogram, hingga lari dengan trek naik-turun yang diselingi dengan push up dan sit up.

"Terakhir kita ada latihan lari jarak jauh dengan trek curam," tutur Fransiska.

Selain latihan fisik, latihan teknik juga diasah secara matang. Beragam teknik pendakian dilakukan secara berkala. Sehingga keduanya harus pintar-pintar membagi waktu latihan dengan kuliah dan aktivitas lainnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini