PTS Wisuda Tanpa Izin, Ijazah Lulusan Tidak Sah

Iradhatie Wurinanda, · Senin 24 Oktober 2016 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 24 65 1523097 pts-wisuda-tanpa-izin-ijazah-lulusan-tidak-sah-hJbc38s5fS.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Tahun lalu 243 perguruan tinggi dinyatakan berstatus nonaktif lantaran mengalami berbagai masalah, seperti rasio dosen yang tak sebanding dengan jumlah mahasiswa, konflik yayasan, kelas jauh, dan lain sebagainya.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) kemudian melakukan pembinaan, bahkan menutup kampus yang terbukti melakukan pelanggaran berat.

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemristekdikti, Patdono Suwignjo menyebut, hingga saat ini jumlah perguruan tinggi yang masih dalam pembinaan berkisar 15 sampai 20 kampus. Meski jumlah terus menurun, namun Patdono mengungkapkan, beberapa kampus justru ada yang melakukan pelanggaran.

"Ada kampus yang sebelumnya tidak bermasalah menjadi bermasalah. Penyebabnya perguruan tinggi swasta (PTS) itu menggelar wisuda tanpa izin kopertis," ucapnya ditemui usai media briefing 2 Tahun Jokowi-JK di Bina Graha, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Menggelar wisuda tanpa izin kopertis, sambung Patdono merupakan pelanggaran berat. Akibatnya, ijazah para lulusan pun dianggap tidak sah. Hal tersebut tentu akan merugikan mahasiswa.

"Dua bulan terakhir ini ada empat kampus yang melakukan pelanggaran itu," tuturnya.

Patdono menjelaskan, ijazah dianggap tidak sah lantaran mahasiswa yang diwisuda tanpa izin berpotensi bermasalah, seperti tidak menyelesaikan studi sesuai dengan aturan yang ada. Guna mencegah pelanggaran serupa, pihaknya pun memberi anggaran khusus bagi kopertis untuk melakukan pengawasan pada PTS.

"Kopertis diberi anggaran Rp1 miliar per tahun supaya mereka rajin ke PTS. Kemudian, PTS yang dalam pembinaan diumumkan di koran supaya tidak banyak calon mahasiswa yang dirugikan," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini