Share

Kampus Ini Siap Layani Pesanan Alat Pendeteksi Banjir

Agregasi Antara, · Kamis 29 September 2016 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 29 65 1501685 kampus-ini-siap-layani-pesanan-alat-pendeteksi-banjir-ZzvZfIS7Ym.jpg Foto: KRJogja

SOLO - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM-UNS) Solo kini siap melayani pesanan alat pendeteksi banjir beserta pelatihan kepada operatornya.

"Ini alat deteksi pengukur ketinggian air, setiap terjadi kenaikan permukaan air, alat bernama SMaRT FEWS akan memberikan laporan melalui layanan pesan singkat (SMS) maupun di website," kata Staf Pengajar Fakultas MIPA UNS Solo Mohtar Yunianto SSi MSi di Solo, Kamis (29/9/2016).

Mohtar mengatakan, pihaknya telah 4-5 tahun lalu menemukan alat deteksi banjir itu. Sementara ini pihaknya telah memasang di 10 titik untuk memantau ketinggian air baik di kawasan Bengawan Solo, Ponorogo maupun Pati, dan kini terus berupaya untuk menyempurnakan laporan tentang ketinggian air. Selain melaporkan dalam bentuk angka dan gambar.

Ia optimistis melalui SMaRT FEWS potensi korban bencana akibat banjir bisa ditekan. Ia menyebutkan banjir bandang seperti di Garut Jawa Barat, juga bisa dideteksi sebelumnya dengan alat itu. Tentu saja perlu dilakukan integrasi sejumlah alat deteksi. Selain deteksi banjir yakni deteksi longsor dan curah hujan.

Mohtar mengatakan banjir bandang salah satunya disebabkan tingginya curah hujan. Sementara sebelum terjadinya longsor, biasanya ada tanda-tanda yang terlihat.

"Jadi bencana banjir atau banjir bandang serta longsor bisa dideteksi melalui alat. Dengan adanya peringatan dini dari alat itu kita bisa mengantisipasi untuk menekan adanya korban jiwa," katanya.

Alat deteksi banjir temuannya dirancang menggunakan tenaga surya. Jadi dalam kondisi apapun alat itu bisa berfungsi karena setiap hari mendapat suplay daya dari sinar matahari.

Sebenarnya selama ini pihak pengelola sungai sudah memasang alarm banjir. Namun ketika kondisi air naik alarm tidak berfungsi. Keluhan para penjaga pintu dan warga ditangkap Mohtar dan dibuatlah SMart FEWS yang laporannya langsung ke tangan mereka.

Ia mengatakan atas riset deteksi tentang ketinggian air ini pihaknya mendapatkan penghargaan dari UNS yang diserahkan Ketua LPPM Prof Drs Sulistyo Saputro PhD dalam lokakarya nasional Strategi Pemasaran Produk Hasil Riset dalam menghadapi pasar bebas Asean di Solo, Selasa 27 September 2016.

Ada tiga peneliti yang mendapatkan penghargaan, selain Mohtar peneliti lainnya adalah Drs Iwan Yahya MSi (riset menekan kebisingan) dan Ahmad Marzuki MSi PhD (sensor bobot kendaraan berjalan).

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini