73 Mahasiswa STTN Batan Yogyakarta Diwisuda

Prabowo, Okezone · Rabu 24 Agustus 2016 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 24 65 1471969 73-mahasiswa-sttn-batan-yogyakarta-diwisuda-xuxKXNNcvX.jpg (Foto: Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA - Lembaga pendidikan di bawah naungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) di Babarsari, Yogyakarta mengelar wisuda pada 73 orang mahasiswa dan mahasiswinya.

Rinciannya, sebanyak 17 orang lulus dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 30 orang dari Program Studi Elektronika Instrumentasi, dan 26 orang dari Program Studi Elektromekanik.

Prestasi tertinggi sejak semester I hingga digelar wisuda hari ini diraih Vemi Ridantami, dari Program Studi Teknokimia Nuklir. Vemi memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif 3,87.

Dari 73 wisudawan, sebanyak 29 orang mahasiswa dinyatakan lulus dengan cumlaude, di atas IPK 3,5. Gelaran wisuda ini dilakukan di audotorium, kampus setempat.

"Kepada wisudawan dan wisudawati, saya berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater, tetap memegang teguh nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kegigihan dan sopan satun di masyarakat," pesan Ketua STTN Yogyakarta, Edy Giri Rachman Putra pada seluruh wisudawan yang hadir, Rabu (24/8/2016).

Edy juga berpesan agar para wisudawan dan wisudawati untuk terus mengharumkan nama baik kampus ke masyarakat. Sebab, dia mengaku masih banyak masyarakat yang belum mengenal STTN Batan Yogyakarta ini.

"Jadilah duta-duta yang baik dan benar pemanfaatan iptek nuklir pada umumnya, dan PLTN pada khususnya," tambahnya.

Sekolah ini berdiri sejak 1985 silam. Hingga saat ini, baru ada sekira 1.300 wisudawan. Edy mengaku setiap tahun hanya sekira 70-an mahasiswa yang lulus. Minimnya kapasitas membuat banyak calon mahasiswa tidak bisa diterima saat mendaftar.

"Kapasitas kita kecil, dari 1.000 pendaftar, kita hanya mampu terima 100 orang. Persyaratan masuk juga sama seperti kampus lain, ada yang melalui jalur akademik, tes tertulis, dan kerjasama," tandasnya.

Dia menambahkan, mahasiswa bebas menentukan arah setelah lulus, selain itu juga tidak terikat dengan kedinasan selama menempuh pendidikan. Terkait biaya selama pendidikan, dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa yang bersangkutan, atau melalui pihak lain seperti beasiswa dari Batan, Pemda, dan lainnya.

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto menambahkan, sebagian besar lulusan STTN terserap diberbagai lapangan kerja, baik yang terkait bidang nuklir, maupun bidang lain. Keunggulan kelulusan STTN adalah sudah memiliki Sertifikat Ijin Bekerja (SIB) sebagai Petugas Proteksi Radiasi (PPR).

"SIB merupakan syarat wajib untuk dapat bekerja di bidang pekerjaan yang menggunakan radiasi dan zat radioaktif. Keunggulan lain, biaya kuliah lebih terjangkau karena sebagian biaya pendidikan didukung pemerintah (Batan)," katanya.

Djarot menyampaikan STTN mencetak tenaga terampil. Selepas lulus STTN bisa langsung sesuai bidangnya, maupun meneruskan pendidikan tinggi. Tak sedikit, alumni STTN justru hijrah ke luar negeri bekerja untuk kepentingan negara asing.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini