Share

Remaja Ini Ciptakan Materi Ajaib Atasi Kekeringan

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 17 Agustus 2016 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 16 65 1465524 remaja-ini-ciptakan-materi-ajaib-atasi-kekeringan-oiKOGIu174.jpg Kiara Nirghin. (Foto: CNN)

JAKARTA - Bencana kekeringan terburuk di Afrika Selatan telah menyebabkan masyarakat di delapan dari sembilan provinsi di negara itu mengalami krisis air berkepanjangan. Serikat Pertanian Agri Afrika Selatan telah meminta bantuan senilai 1 miliar dolar dari subsidi pemerintah untuk membantu para petani. Namun, belum ada sumber untuk mengatasi masalah tersebut.

Berawal dari kondisi tersebut, seorang remaja berusia 16 tahun, Kiara Nirghin baru saja memenangkan Google Science Fair's Community Impact Award for the Middle East and Africa atas karyanya yang berjudul 'No More Thirsty Crops'.

Kiara memanfaatkan kulit jeruk dan avokad untuk membuat polimer penyerap super atau super absorbent polymer (SAP), yang mampu menyimpan cadangan air. Dengan begitu, para petani bisa mempertahankan tanamannya, bahkan dengan biaya minimal. Polimer ciptaan Kiara juga aman lantaran menggunakan bahan limbah yang dapat didaur ulang.

"Kiara menemukan bahan ideal yang murah dan sederhana, yakni kulit jeruk. Dan dari penelitiannya, dia menemukan cara untuk mengubahnya menjadi tanah penyimpan air dengan bantuan avokad," ucap Ketua Program Google Science Fair, Andrea Cohan, sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (17/8/2016).

Kiara mengungkapkan bahwa ia ingin berusaha mengatasi salah satu masalah yang menyebabkan krisis nasional tersebut. "Saya ingin meminimalkan efek kekeringan di tengah masyarakat, terutama yang berpengaruh pada tanaman," tuturnya.

Menemukan formula yang sempurna, kata Kiara, tidaklah mudah. Berbagai rangkaian eksperimen pun telah dia coba sampai akhirnya berhasil.

"Saya mulai dengan meneliti apa itu SAP dan apakah mereka memiliki persamaan dengan rantai polisakarida. Kemudian saya menemukan bahwa kulit jeruk memiliki 64 persen polisakarida serta pektin pembentuk gel. Sementara saya gunakan kulit avokad sebagai minyak," jelasnya.

Setelah menggabungkan dan membiarkan campuran tersebut di bawah sinar matahari, kandungan di dalamnya kemudian bereaksi membentuk polimer penyerap yang kuat.

"Jika gagasan itu dikomersialisasikan dan diterapkan untuk pertanian, saya pikir dampak kekeringan pada tanaman akan berkurang," tambahnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini