Share

Kemdikbud Ajak Media Massa Mengembangkan dan Membina Bahasa Indonesia

Djanti Virantika, Okezone · Senin 15 Agustus 2016 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 15 65 1464127 kemdikbud-ajak-media-massa-mengembangkan-dan-membina-bahasa-indonesia-EToqMWwNFZ.jpg Foto: Djanti Virantika/Okezone

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia menggelar kegiatan ‘Penyegaran Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Insan Media Massa’ pada 10–12 Agustus 2016. Kegiatan yang diadakan di Hotel Park, Cawang, Jakarta Timur, ini dilakukan untuk mengajak media massa berperan serta dalam mengembangkan dan membina bahasa Indonesia.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kemdikbud, Profesor Dr Dadang Sunendar, M.Hum, saat ini sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia cenderung menurun. Hal itu terlihat dari maraknya penggunaan istilah atau kosakata asing di berbagai tempat umum, media massa, dan buku.

"Kegiatan ini bekerja sama dengan media massa agar masyarakat dapat lebih memartabatkan bahasa Indonesia," ujar Profesor Dadang saat membuka kegiatan tersebut, beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, media massa memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan berita serta pengetahuan kepada masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta meminimalisasi penggunaan istilah asing dengan menggunakan padanan kata yang telah ada dalam bahasa Indonesia tentunya diperlukan agar masyakarat terdorong untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar pula.

Acara yang diikuti oleh 50 jurnalis dari berbagai media massa serta elektronik ini juga dibuka oleh Kepala Bidang Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Drs Mustakim, M.Hum. Ia menuturkan, keikutsertaan media massa dalam pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia sangatlah dibutuhkan, sebab pengaruhnya sangat besar di masyarakat.

"Bahasa yang digunakan media massa pengaruhnya sangat besar di masyarakat. Bahkan, guru bahasa Indonesia pun kadang kalah dengan media massa," ujarnya.

Selain meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia, kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan insan media massa untuk menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang cermat, apik, dan santun. Kemudian, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan dukungan dalam pelaksanaan sosialisasi bahasa Indonesia yang baik dan benar di media massa.

"Ini merupakan tahun kelima diadakannya acara penyegaran bahasa untuk media massa. Saat ini di Jakarta ada sekira 5.000 wartawan. Diharapkan kegiatan ini bisa berlangsung setiap tahun agar ke depannya media massa bisa menjadi rujukan masyarakat untuk meningkatkan mutu bahasa Indonesia," pungkasnya. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini