Share

Bupati Aceh Barat Ingatkan Penggunaan Dana BOS

ant, · Senin 15 Agustus 2016 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 15 65 1464077 bupati-aceh-barat-ingatkan-penggunaan-dana-bos-GCN2vskIyD.jpg Foto: Dok. Okezone

MEULABOH - Bupati Kabupaten Aceh Barat, HT Alaidinsyah mengingatkan seluruh kepala sekolah agar tidak menyalahgunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di luar peruntukannya.

"Tidak boleh dana BOS digunakan untuk kunjungan kerja kepala dinas baru," katanya dikutip dari Antara, Senin (15/8/2016).

Pernyataan bupati tersebut menyikapi kritikan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Meulaboh terkait kegiatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Barat yang melakukan kunjungan kerja ke seluruh jenjang sekolah.

Menurut Alaidinsyah, setiap sekolah sah-sah saja membuat suatu kegiatan yang dinilai bisa menjadi sebuah pencitraan ataupun bermanfaat bagi guru dalam upaya peningkatan kualitas tenaga pengajar. Namun, beberapa sekolah yang dikunjungi, rombongan Kadisdik Aceh Barat tersebut disambut dengan kegiatan serimonial sampai pengalungan karangan bunga yang dianggap tidak berfaedah.

"Kegiatan kunjungan sekolah, dipakaikan kalung bunga, peusijuk (tepung tawar), itu menurut kami hanya kegiatan euforia alias mubazir. Persoalannya sekolah itu ambil uang dari mana untuk semua kegiatan," ucap Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh, Said Mustafa kepada wartawan.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendapat laporan dari sejumlah sekolah yang secara internal merasa keberatan untuk melakukan kegiatan demikian. Pasalnya, ada pengutipan dana untuk setiap sekolah secara berfariasi.

Pengutipan dana tersebut mulai diberlakukan untuk jenjang sekolah TK sebesar Rp300 ribu, SD Rp600 ribu, SMP Rp700 ribu, dan SMA Rp800 ribu. Pengutipan itu khusus untuk sekolah yang mengadakan acara seremonial pencitraan.

Para aktivis HMI mempertanyakan sumber dana tersebut karena dinilai syarat dengan adanya pengutipan dari manajemen sekolah yang bersumber dari dana bantuan pemerintah, dan bila itu terjadi pihaknya sangat menyayangkan.

"Jika dana tersebut bersumber dari uang negara (dana BOS) kami meminta agar pihak dinas melakukan evaluasi terhadap kegiatan itu. Apalagi saat kegiatan ini berlangsung banyak waktu yang tersita. Siswa dan guru tidak masuk karena menghadiri acara demikian," imbuhnya. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini