ITS Unjuk Karya di Pameran Teknologi Internasional

Afriani Susanti , Okezone · Jum'at 22 Juli 2016 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 22 65 1444369 its-unjuk-karya-di-pameran-teknologi-internasional-pw3Qx21ZtD.jpg Foto: Dok. ITS

JAKARTA – Karya inovasi anak bangsa memang tak kalah dengan inovator muda dunia. Buktinya, civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ambil bagian dalam Indowater, sebuah pameran internasional terpadu. Tidak hanya itu, ITS juga menjadi tuan rumah kegiatan tahunan tersebut.

Pada Indowater 2016, civitas akademika ITS dari Jurusan Teknik Lingkungan menampilkan beragam teknologi di bidang industri air, limbah, alat daur ulang sampai energi terbarukan. Mereka berpameran bersama 250 peserta dari 31 negara. Selain untuk menampilkan teknologi, ajang tersebut juga menjadi tempat bagi peserta, khususnya ITS untuk berkomunikasi dengan bahkan menjadi media kontak bisnis serta transfer teknologi.

"ITS disejajarkan dengan penggerak teknologi dari enam paviliun besar yakni Korea Selatan, Cina, Singapura, Taiwan dan Eropa," ungkap Ketua Jurusan Teknik Lingkungan ITS, IDAA Warmadewanthi ST MT PhD, seperti dinukil dari laman ITS, Jumat (22/7/2016).

Pada pameran tersebut, ITS memamerkan karya mahasiswa yang pernah menyabet medali perak dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015 yakni Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Penanggungjawab pameran ITS, Arie Dipareza Syafei ST MEPM, menjelaskan, MBBR merupakan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah serta memadukannya dalam dua jenis pengolahan yaitu aerobik dan anoksik.

Arie menjabarkan, pameran tersebut tidak hanya menampilkan karya dalam bidang pengolahan limbah, namun juga terdapat karya lainnya seperti teknologi di bidang pencemaran udara. Bahkan, meski merupakan hasil tugas akhir mahasiswa, alat ini menjadi pengembangan teknologi pemantau kualitas udara yang

jumlahnya masih sangat sedikit di dunia.

“Alat pemantau udara ini nantinya bisa dipatenkan oleh pemerintah serta dikomersilkan. Target utamanya adalah instansi pemerintah terkait dan Badan Lingkungan Hidup (BLH)," tambahnya. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini