Share

Belum 50 Tahun, Kampus Ini Terbaik di Dunia

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 23 Juni 2016 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 23 65 1423260 belum-50-tahun-kampus-ini-terbaik-di-dunia-KRlfaddkTC.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Berusia ratusan tahun, tidak heran jika universitas, seperti Harvard, Cambridge, atau Oxford berhasil menempatkan diri pada jajaran kampus terbaik dunia. Namun siapa sangka, kampus-kampus berusia muda pun kini mampu menunjukkan taringnya bersaing memberikan kualitas pendidikan terbaik dan berkelas dunia.

Berdasarkan pemeringkatan teranyar Times Higher Education (THE) kategori kampus terbaik dunia di bawah usia 50 tahun, Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) di Swiss berhasil menempati posisi pertama. EPFL bahkan mampu mengalahkan Nanyang Technological University (NTU) di Singapura yang berada di urutan kedua.

Prestasi NTU sendiri cukup membanggakan lantaran kampus yang baru berusia 25 tahun ini juga menjadi kampus muda terbaik di Asia untuk pertama kalinya dalam kurun pemeringkatan lima tahun terakhir. Bahkan NTU mengikuti kesuksesan National University of Singapore (NUS) yang tahun lalu nomor wahid di Asia.

"Mengajar dengan bahasa Inggris mempermudah NTU untuk menambah fakultas internasional atau berkolaborasi dengan universitas kelas dunia lainnya, sehingga bahasa Inggris menjadi cara utama bagi kami," ujar Presiden NTU, Bertil Andersson, dinukil dari laman THE, Kamis (23/6/2016).

Dia menambahkan, banyak universitas di Asia lainnya yang memiliki perkembangan pesat pada akademis dan riset. Menurutnya, pada 2050 mendatang Asia bisa menjadi produsen pengetahuan dunia dan inovasi.

Selain Asia, kampus-kampus muda di Inggris dan Australia juga mendominasi universitas terbaik di dunia yang usianya belum mencapai 50 tahun. Nah, berikut ini daftar 10 kampus-kampus muda terbaik tersebut:

1. Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) di Swiss (1969);

2. Nanyang Technological University (NTU) di Singapura (1991);

3. Hongkong University of Science and Technology di Hongkong (1991);

4.Maastricht University di Belanda (1976);

5. Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan (1986);

6. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) di Korea Selatan (1971);

7. University of Konstanz di Jerman (1966);

8. Karlsruhe Institute of Technology di Jerman (2009);

9. Pierre and Marie Curie University di Prancis (1971);

10. Scuola Superiore Sant'Anna di Italia (1987).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini