Share

Penelitian Tolok Ukur Kemajuan Bangsa

Iradhatie Wurinanda, · Selasa 14 Juni 2016 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 14 65 1414664 penelitian-tolok-ukur-kemajuan-bangsa-P6IX4bz5JO.jpg Konferensi pers Mentoring peserta LKIR 2016 bersama LIPI dan British Council. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Budaya meneliti perlu dipupuk sejak dini. Sayangnya, kegiatan ini kerap dianggap sulit dan tidak menarik. Padahal, penelitian dan inovasi yang diciptakan mampu menjadi ukuran kemajuan suatu bangsa.

Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nur Tri Aries Suestiningtyas menuturkan, Korea Selatan menjadi salah satu negara di Asia yang perkembangan penelitiannya cukup pesat. Padahal, usia negara tersebut tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

"Jadi penelitian ini mampu memberikan perubahan, dan LIPI hadir untuk itu. Melalui Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) inilah bakat-bakat muda ilmuwan bisa dikembangkan menjadi pemimpin yang menggunakan metodologi ilmiah, bahkan menjadi peneliti handal yang mampu menjadi motor pembangunan bangsa," tuturnya dalam acara On Site Mentoring Peserta LKIR 2016 di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Penelitian, ucap dia, juga dipengaruhi oleh tren. Hal tersebut dilihat dari proposal-proposal yang dikirimkan peserta. Nur mengungkapkan, tahun ini ketertarikan masih ada di bidang ilmu pengetahuan alam (IPA). Kendati demikian, penilaian sendiri berdasarkan pada kualitas setiap peserta.

"Pada LKIR 2016 salah satu bidang yang dikompetisikan adalah maritim dan kebumian. Tujuannya ingin membangkitkan kekayaan yang ada di pesisir. Saat ini di universitas juga banyak yang menerapkan bidang tersebut. Sehingga meneliti kelautan dan kemaritiman turut menyiapkan agar pelajar ini mampu," terangnya.

Senada dengan Nur, Direktur Pendidikan dan Kemasyarakatan British Council, Teresa Birks mengungkapkan, penelitian semakin penting, terutama yang sifatnya kolaboratif atau internasional. Pasalnya, hal tersebut untuk menyelesaikan masalah global, seperti perubahan iklim hingga antibiotik.

"Penelitian juga menjadi ukuran yang digunakan dalam penilaiaan universitas supaya berkelas dunia. Saat ini saya rasa semakin banyak ilmuwan asing yang ingin bekerja sama dengan Indonesia," jelasnya.

Keberadaan British Council, imbuh dia, sebagai bentuk berbagi, khususnya di bidang pendidikan. Teresa menilai LKIR sangat positif sebagai upaya menumbuhkan jiwa peneliti sejak dini.

"Dalam penelitian yang dikejar adalah pengetahuan. Oleh sebab itu, peneliti sudah bekerja sama dari kecil itu bagus, seperti melalui kompetisi ini," pungkasnya. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini