Share

LIPI Bimbing Peneliti Muda Indonesia

Iradhatie Wurinanda, · Selasa 14 Juni 2016 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 14 65 1414648 lipi-bimbing-peneliti-muda-indonesia-KiAfRHm6eV.jpg On site mentoring LIPI dan British Council bagi peserta LKIR 2016. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan British Council melakukan on site mentoring kepada peneliti muda Indonesia peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2016. Para peserta tersebut merupakan siswa yang proposalnya lolos untuk selanjutnya dibimbing oleh para mentor dari LIPI. Tahun ini, dari 3.203 proposal, telah tersaring 56 proposal, baik dari individu maupun tim.

Terdapat empat bidang penelitian yang dilombakan, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), dan Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim (IPKM). Dalam acara tersebut, Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, LKIR merupakan wadah untuk membina karya inovasi para peneliti muda yang masih menjadi pelajar.

"Berkumpulnya kalian di sini sebagai upaya LIPI mengemban tugasnya, yakni mengembangkan penelitian. Mengajak anak-anak berpikir inovatif dan sistematis," ujarnya di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Nur menjelaskan, para peneliti muda tersebut akan didampingi oleh 46 mentor dari LIPI yang ahli di bidangnya masing-masing. Menurut dia, keberhasilan para peserta menciptakan sesuatu nanti akan menjadi kekuatan untuk lingkungan di sekitarnya, sekaligus mengentaskan masalah yang ada dalam masyarakat.

"Kalian ini sudah dipilih dengan sangat selektif dan sesuai dengan bidang keilmuan. Meneliti artinya melakukan perubahan proses berpikir. Dari tidak sistematis menjadi sistematis, dari tidak fokus menjadi fokus. Dasarnya dari rumusan masalah, kemudian melakukan proses sistematis melalui metodologi," tuturnya.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada September mendatang. Sedangkan pelaksanaan mentoring sendiri sudah dilakukan selama dua tahun terakhir bersama British Council.

Direktur Pendidikan dan Kemasyarakatan British Council Indonesia, Teresa Birks mengungkapkan, kerjasama ini sebagai bentuk untuk mendukung pengembangan budaya riset di kalangan generasi muda Indonesia. Adapun pelaksanaannya melalui Newton Fund Programme yang didanai oleh Pemerintah Inggris.

"Kami ingin ke depan ilmuwan menjadi profesi yang patut dilakukan oleh generasi muda Indonesia. Kalian semua adalah generasi unggul. Meski masih muda, jangan takut untuk berpikir perspektif baru," ucapnya.

Teresa menambahkan, kekuatan anak muda adalah di rasa ingin tahu. Dia pun mengajak semua pihak menbantu mendukung peneliti remaja tersebut agar tunbuh dalam suasana kehidupan iptek yang baik.

"Para pemenang akan mendapat kesempatan ke Inggris, tetapi tentu melihat jadwal mereka juga karena mereka masih sekolah," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini