Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Jadi Kepala Sekolah Bisa Jadi Guru Penggerak

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Rabu, 27 April 2016 |19:21 WIB
Tak Jadi Kepala Sekolah Bisa Jadi Guru Penggerak
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
A
A
A

JAKARTA - Sejak 2010, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) memberikan program Persiapan Kepala Sekolah (PPKS) untuk mencetak kepala sekolah yang siap dan handal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Sayangnya, program tersebut belum sepenuhnya berjalan efektif. Sebab, hingga saat ini hanya 35 persen alumni PPKS yang memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) akhirnya menjadi kepala sekolah.

Kondisi tersebut mendapat perhatian pakar pendidikan, Itje Chodijah. Menurutnya, guru yang sudah mendapatkan pelatihan namun tidak diangkat sebagai kepala sekolah bisa berkiprah menjadi penggerak di sekolah masing-masing.

"Mereka pasti sudah memiliki kepemimpinan yang baik. Walaupun akhirnya ada perubahan di daerahnya, mereka tetap menjadi pemimpin pembelajar yang tak formal," ujarnya dalam Kopi Darat Diskusi Pendidikan ACDP di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Permasalahan lainnya adalah terkait kepala sekolah yang dipindah dari satu sekolah ke sekolah lain dalam kurun waktu yang singkat. Menurut Itje, hal tersebut memang tak bisa dihindari. Namun, kepala sekolah yang terampil dan mau melibatkan masyarakat dan guru selama kepemimpinannya akan meninggalkan kebiasaan yang bisa diteruskan.

"Walaupun berganti kepala sekolah lagi, tetapi jika itu sudah menjadi kultur dan kebiasaan akan tetap menjadi inti kegiatan belajar mengajar do sekolah," terangnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement