Share

LIPI-University of Queensland Bangun Daerah Terpencil

Iradhatie Wurinanda, · Selasa 26 April 2016 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 26 65 1372911 lipi-university-of-queensland-bangun-daerah-terpencil-7ZeS3htojT.jpg Konferensi pers kolaborasi LIPI dan University of Queensland membangun daerah terpencil di Tanah Air. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng University of Queensland (UQ) sebagai mitra penelitian untuk pembangunan daerah terpencil di Tanah Air. Kerjasama yang telah berlangsung sejak 2012 itu juga bertujuan membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.

Pembangunan daerah terpencil sendiri difokuskan di Lombok dan Ambon. Sedangkan untuk ketahanan kota dilakukan di tiga kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dalam hal ini, peran UQ salah satunya adalah memberikan bantuan dana penelitian.

"Pemberian dana penelitian sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara UQ dengan LIPI sebagai lembaga penelitian nasional terbesar di Indonesia," ucap Wakil Rektor dan Presiden UQ, Peter Hoj, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (26/4/2016).

Peter berpendapat, selama ini LIPI menjadi partner yang baik bagi universitas yang menduduki ranking 45 dunia versi The Academic Ranking of World Universities (ARWU) itu. Kerjasama yang dibangun, ucap dia, semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengetahuan masyarakat.

"Pendanaan penelitian akan dibagi dalam tiga tahun untuk penelitian terkait pengembangan daerah terpencil dan ketahanan kota. Yogyakarta, Jakarta, Surabaya dipilih sebagai tiga kota besar yang menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan besar," ujarnya.

Sedangkan Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain menambahkan, UQ merupakan mitra internasional yang memiliki kesamaan misi untuk membangun iptek dan inovasi. Menurut dia, kerjasama tersebut dapat dimanfaatkan oleh SDM kedua belah pihak untuk saling bertukar informasi dan meningkatkan kapasitas bidang masing-masing lembaga.

"Kerjasama pendanaan penelitian ini mampu meningkatkan penelitian di Indonesia dan Australia. Peneliti baik dari LIPI maupun UQ kemudian bekerjasama mencari solusi yang dihadapi oleh kedua belah pihak," terangnya.

Iskandar berharap, kerjasama tersebut dapat menggali permasalahan yang ada dalam pembangunan daerah tertinggal juga ketahanan kota.

"LIPI juga berkomitmen menyediakan anggaran pendamping dalam kolaborasi ini agar terjalin kerjasama berkelanjutan untuk membangun iptek dan inovasi antarnegara," pungkasnya.

LIPI-University of Queensland Bangun Daerah Terpencil

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng University of Queensland (UQ) sebagai mitra penelitian untuk pembangunan daerah terpencil di Tanah Air. Kerjasama yang telah berlangsung sejak 2012 itu juga bertujuan membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.

Pembangunan daerah terpencil sendiri difokuskan di Lombok dan Ambon. Sedangkan untuk ketahanan kota dilakukan di tiga kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dalam hal ini, peran UQ salah satunya adalah memberikan bantuan dana penelitian.

"Pemberian dana penelitian sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara UQ dengan LIPI sebagai lembaga penelitian nasional terbesar di Indonesia," ucap Wakil Rektor dan Presiden UQ, Peter Hoj, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (26/4/2016).

Peter berpendapat, selama ini LIPI menjadi partner yang baik bagi universitas yang menduduki ranking 45 dunia versi The Academic Ranking of World Universities (ARWU) itu. Kerjasama yang dibangun, ucap dia, semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengetahuan masyarakat.

"Pendanaan penelitian akan dibagi dalam tiga tahun untuk penelitian terkait pengembangan daerah terpencil dan ketahanan kota. Yogyakarta, Jakarta, Surabaya dipilih sebagai tiga kota besar yang menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan besar," ujarnya.

Sedangkan Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain menambahkan, UQ merupakan mitra internasional yang memiliki kesamaan misi untuk membangun iptek dan inovasi. Menurut dia, kerjasama tersebut dapat dimanfaatkan oleh SDM kedua belah pihak untuk saling bertukar informasi dan meningkatkan kapasitas bidang masing-masing lembaga.

"Kerjasama pendanaan penelitian ini mampu meningkatkan penelitian di Indonesia dan Australia. Peneliti baik dari LIPI maupun UQ kemudian bekerjasama mencari solusi yang dihadapi oleh kedua belah pihak," terangnya.

Iskandar berharap, kerjasama tersebut dapat menggali permasalahan yang ada dalam pembangunan daerah tertinggal juga ketahanan kota.

"LIPI juga berkomitmen menyediakan anggaran pendamping dalam kolaborasi ini agar terjalin kerjasama berkelanjutan untuk membangun iptek dan inovasi antarnegara," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini