Share

Program Profesi Insinyur untuk Antisipasi Tenaga Asing

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 13 April 2016 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 13 65 1361801 program-profesi-insinyur-untuk-antisipasi-tenaga-asing-tWgahCHAp3.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggagas penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur (PS-PPI) guna menyiapkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global. Pada tahun ajaran 2016/2017, Menristekdikti, Mohamad Nasir telah memberikan mandat kepada 40 kampus, baik negeri maupun swasta di Tanah Air sebagai rintisan penyelenggara PS-PPI.

Nasir menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi PS-PPI sekaligus penyerahan mandat kepada 40 kampus dilakukan bertujuan memberikan pedoman teknis bagi perguruan tinggi, mempercepat pelaksanaan program profesi insinyur, dan menjamin ketertiban pelaksanaan PS-PPI. Menurut dia, program tersebut harus segera direalisasikan karena sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting, terutama menyangkut kompetensi lulusan sarjana teknik dan ilmu terapan lainnya.

"Dengan adanya program profesi insinyur ini, Kemristekdikti juga mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia. Yang terbaru adalah pada pembangunan Blok Masela di Maluku. Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan mandat kepada bupati dan juga Rektor Universitas Pattimura untuk menyediakan lulusan-lulusan teknik berkualitas," paparnya di Gedung D Kemristekdikti, Rabu (13/4/2016).

Blok Masela, tutur Nasir, sesuai mandat Presiden Joko Widodo akan dikelola di darat atau onshore. Dengan kebutuhan tenaga kerja yang besar, diharapkan tenaga kerja dalam negeri, khususnya Putra Maluku turut terlibat dan bukan menjadi penonton semata.

"Saya berharap pada saat Blok Masela ini dibangun, masyaerakat setempat bisa terlibat dan jangan jadi penonton saja," ujarnya.

Pelaksanaan PS-PPI sendiri, imbuh Nasir, harus turut memerhatikan masalah pembiayaan. Pasalnya, pemerintah tidak menyediakan dana lantaran alokasi anggaran Kemristekdikti dikurangi. Karenanya, Mantan Rektor Terpilih Universitas Dipenogoro (Undip) itu berpesan kepada masing-masing kampus untuk berhemat dan mempu menyisihkan hal-hal yang kurang prioritas.

"Meski hemat, aktivitas yang harus dilakukan jangan terganggu. Pembiayaan program ini, silakan dirapatkan bersama. Namun, penetapan biaya jangan mengorbankan kualitas karena mutu tetap nomor satu," pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini