Punya Potensi Besar, Mahasiswa RI Butuh Dukungan

ant, · Jum'at 18 Maret 2016 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 18 65 1339573 punya-potensi-besar-mahasiswa-ri-butuh-dukungan-gRQWOxlaJI.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di dunia internasional. Namun, mereka membutuhkan fasilitas untuk mengembangkan potensi tersebut.

"Mahasiswa dan pelajar dari Indonesia, sering memenangkan olimpiade sains di tingkat internasional. Ini menunjukkan mahasiswa dan pelajar Indonesia memiliki potensi besar," kata Wakil Ketua MPR RI Mahyuddin ketika membuka sekaligus menjadi pembicara kunci seminar "Meraih Pendidikan Tinggi di Kancah Internasional dan Arah Perekonomian Indonesia pada Era MEA" di Kampus B Universitas Profesor Hamka, di Pasar Rebo, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (18/3/2016).

Mahyuddin menyayangkan, saat ini belum ada satu pun perguruan tinggi negeri maupun swasta yang memembus 500 besar kampus unggulan di dunia internasional. Kondisi ini pun menjadi tantangan bagi semua stakeholder pendidikan Tanah Air.

Guna mengejar ketertinggalan tersebut, kata Mahyudin, mahasiswa harus berorientasi pada riset dan kompetisi, termasuk melakukan riset agar menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Mahasiswa harus berorientasi menjadi inovator, bukan berorientasi menjadi sarjana. Kalau berorientasi sekadar jadi sarjana, maka akan menambah jumlah pengagguran," tegasnya.

Menurut Mahyuddin, salah satu caranya melalukan penelitian terhadap sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat saat menulis skripsi.

"Jangan sekadar skripsi dengan topik itu-itu saja. Lebih menyedihkan lagi, kalau skripsinya mencontek," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Politisi Partai Golkar ini juga menyinggung diberlakukannya pasar bebas Asean atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Menurut Mahyuddin, MEA dapat memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi mahasiswa.

"Jika Indonesia mempersiapkan diri dengan baik, maka MEA dapat dimanfaatkan menjadi peluang besar menguasai ASEAN. Dan sebaliknya, jika tidak dimanfaatkan, maka Indonesia hanya menjadi pasar bagi negara lain di Asia Tenggara," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini