Share

Kuota SNMPTN 2017 Bisa Berkurang

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 15 Maret 2016 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 15 65 1336411 kuota-snmptn-2017-bisa-berkurang-GqzLf2VRU8.jpg Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

YOGYAKARTA – Pemerintah menyatakan kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 bisa berkurang. Hal ini terjadi jika integritas sekolah dinilai rendah.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir mengatakan, persentase SNMPTN 2017 memang bisa menurun jika terlihat indeks integritas yang memperlihatkan nilai kejujuran sekolah rendah. Dia menyatakan data indeks integritas itu yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Data tersebut diserahkan ke panitia SNMPTN sebagai bahan penilaian seleksi jalur undangan.

"Jadi kita akan lihat integritas tahun ini. Jika integritasnya menurun maka kuota SNMPTN akan kami turunkan tahun depan," katanya sebelum menghadiri seminar bersama antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Swedia, di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (15/3/2016).

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menilai memang banyak sekolah yang tidak jujur dalam menilai rapor siswanya. Padahal, tindakan manipulasi seperti ini mengorbankan siswa SMA yang sudah berprestasi sejak semester I.

Selama ini, terangnya, selalu ada permainan dalam penilaian rapor hingga akhirnya panitia pun harus tegas sehingga ada efek jera. Menurut dia, jika seleksi jalur undangan memakai data yang dimanipulasi akan sangat membahayakan karena jalur ini dibuka untuk menjaring bibit-bibit muda yang berprestasi dan bermoral.

Diketahui, baru tahun ini kuota SNMPTN diturunkan menjadi 40 persen dari kuota 50 persen pada tahun lalu.

Kemenristek Dikti sepakat membagi kuota lebih untuk seleksi bersama sebesar 30 persen dan jalur mandiri 30 persen. SNMPTN pada periode lalu sering diutamakan karena siswa yang berprestasi diundang masuk ke PTN yang bergengsi. Nasir menuturkan, bisa saja jika integritas sekolah turun maka kuota SNMPTN akan diserap ke SBMPTN.

Meski menilai nilai rapor kerap dimanipulasi, Nasir memberi sinyal bahwa SNMPTN akan tetap ada. Guru besar bidang ekonomi ini menuturkan, pemerintah akan tetap memberi apresiasi bagi siswa yang mempunyai nilai baik sejak semester I.

"Tingkat kejujuran SBMPTN memang lebih tinggi. Tetapi, apakah siswa hanya akan dinilai dari penilaian sesaat (SBMPTN). Maka, penilaian sesaat ini jangan mengorbankan proses yang sudah dialami selama tiga tahun (SNMPTN)," terangnya. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini