Share

Nginggris Tak Berarti Tak Nasionalis

Afriani Susanti , Okezone · Selasa 23 Februari 2016 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 23 65 1319400 nginggris-tak-berarti-tak-nasionalis-KlEjj5PuCJ.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

SAWANGAN - Memasuki masyarakat ekonomi Asean (MEA), anak Indonesia wajib memiliki daya saing dan kompetensi tambahan. Salah satunya, penguasaan bahasa asing.

Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan, pentingnya anak-anak Indonesia menguasai kemampuan berbahasa asing ini. "Anak-anak Indonesia harus bisa menguasai tiga bahasa, yaitu bahasa Ddaerah, bahasa Indonesia dan juga bahasa asing. Dan orang yang berbicara bahasa asing bukan berarti dia tidak nasionalis," ujar Anies dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2016 di Pusdiklat Kemdikbud, Sawangan, Depok, Selasa (23/2/2016).

Anies mencontohkan, presiden RI pertama, Soekarno, misalnya, mahir berpidato dalam bahasa Inggris di forum internasional. Namun hal tersebut tidak mengurangi sosoknya sebagai salah satu sosok yang nasionalis.

"Apakah kita melihat Soekarno sosok yang tidak nasionalis? Tidak kan?" tukas Anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu menegaskan keinginannya menjadikan bahasa Indonesia lebih kaya sehingga bisa diperhitungkan sebagai bahasa percakapan internasional. Salah satu usaha Kemdikbud adalah memperbanyak program pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), termasuk memberangkatkan puluhan pengajar BIPA ke berbagai negara.

"Pekerja asing pasti butuh belajar bahasa Indonesia. Dan peraturan mewajibkan mereka berbahasa Indonesia bukan sesuatu yang kontradiktif, karena kita memang mau mendorong bahasa Indonesia menjadi bagian dari Indonesia yang diperkenalkan kepada dunia," ujarnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini