Pemuda Australia Rela Ngekos demi Budaya Indonesia

Dina Prihatini, Okezone · Senin 18 Januari 2016 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 18 65 1290525 pemuda-australia-rela-ngekos-demi-budaya-indonesia-nUSA3wy9nk.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

PONTIANAK - Puluhan pemuda Indonesia dan Australia bertandang ke Kota, Pontianak, Kalimantan Barat. Bahkan mereka disambut masyarakat setempat untuk tinggal di rumahnya.

Ke-36 anak muda ini merupakan peserta program pertukaran pemuda antardua negara. Dalam program tersebut, 18 pemuda berasal dari Indonesia dan 18 lainnya asli Australia. Selama menjalani program di Pontianak, satu pemuda Indonesia dan satu pemuda Australia akan tinggal di rumah penduduk yang akan menjadi keluarga angkatnya (house family). Mereka akan mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat di bumi Khatulistiwa.

Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pontianak, Firayanta menjelaskan, ke-36 orang itu merupakan gabungan dari program pertukaran pemuda Indonesia-Australia. Program ini merupakan program dari pemerintah pusat yang terdiri dari dua fase yakni fase pedesaan dan perkotaan.

"Mereka baru saja tiba dari Kabupaten Sambas. Dan sekarang mereka tiba di Pontianak untuk mulai mengenal kultur budaya masyarakat di sini," ujarnya.

Program pertukaran pemuda ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan antarkedua negara, juga untuk memperkenalkan kebudayaan masing-masing. Selama berada di Pontianak, para pemuda ini akan beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

"Mereka ini juga akan magang di berbagai bidang seperti industri, hukum, pemasaran dan lainnya sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka di tempat asalnya," jelas Firayanta.

Para pemuda ini akan menetap di rumah orangtua asuh yang sudah ditentukan masing-masing. Para keluarga angkat itu sebelumnya sudah diseleksi berdasarkan kriteria, khususnya keluarga yang siap menyediakan tempat tinggal bagi mereka.

"Para orangtua asuh ini dari berbagai profesi seperti dosen, guru, ibu rumah tangga dan karyawan swasta," ungkapnya.

Salah satu peserta asal Australia, Anna (22) mengaku sudah beberapa kali datang ke Indonesia khususnya Kalimantan Barat. Ia tidak merasa kesulitan beradaptasi dengan cuaca di sini.

"Saya sudah tiga kali ke Indonesia dan saya sudah terbiasa dengan cuaca panas di sini," ungkapnya dengan Bahasa Indonesia yang fasih.

Gadis asal Canberra, Australia ini bersama peserta lain sebelumnya mengikuti program untuk fase pedesaan yang berlokasi di Kabupaten Sambas. Selama berada di Sambas, mereka berkunjung ke Kraton Sambas, pantai, belajar lagu daerah Sambas dan berbagai kegiatan lainnya. Dan yang tak terlupakan olehnya, yakni makanan khas bubur pedas.

"Saya suka bubur pedas karena sehat dan banyak sayurannya," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini