Share

JK Hadiri Dies Natalis Universitas Paramadina ke-18

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 13 Januari 2016 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 13 65 1286982 jk-hadiri-dies-natalis-universitas-paramadina-ke-18-6Pb5qAbLQT.jpg Wapres Jusuf Kalla dalam acara Dies Natalis ke-18 Unversitas Paramadina. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menjadi tamu istimewa dalam Dies Natalis Universitas Paramadina ke-18. Pada kesempatan tersebut, dia memberi orasi ilmiah bertajuk Inovasi dan Kemajuan Bangsa di hadapan jajaran rektor, senat, pengurus yayasan, dosen, serta mahasiswa Universitas Paramadina.

JK mengatakan, Universitas Paramadina merupakan salah satu lembaga pendidikan berperan mencetak generasi terdidik dan menjadi motor penggerak bagi kemajuan bangsa.

"Universitas harus melihat ke depan. Karena peran universitas bukan seperti museum. Kalau museum itu kan melihat masa lalu," ujarnya di Auditorium Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Setiap kampus, kata JK, memiliki pandangan dan filosofi masing-masing yang menjadi dasar pemikiran institusinya. Kendati demikian, dia menegaskan, universitas adalah tempat menggodok inovasi.

"Ada kampus besar pemikirannya sempit, tapi ada juga kampus kecil pemikirannya luas. Tapi yang terbaik adalah kampus besar dengan pemikiran yang luas," terangnya.

Di samping menjelaskan tentang pentingnya inovasi dan kemajuan teknologi di universitas, JK juga menuturkan, Indonesia sebagai negara besar memiliki potensi sekaligus tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Sehingga, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina ini berpendapat, perlu ada kesiapan untuk menghadapi persaingan global.

"Disiapkan sejak ada di lingkungan kampus. Tumbuhkan jiwa entrepreneurship, leadership, dan skill lainnya. Kita bekerjasama dalam kompetisi, tapi juga berkompetisi dalam kerjasama. Jadi, persaingan itu tetap ada," ucapnya.

Selain Wapres Jusuf Kalla, Dies Natalies Universitas Paramadina juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan; Menteri Perindustrian, Saleh Husin; Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara; dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil.

Follow Berita Okezone di Google News

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini