Share

Pesan Ketua BEM UNJ Kepada Aktivis Kampus

Iradhatie Wurinanda, · Jum'at 08 Januari 2016 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 08 65 1283374 pesan-ketua-bem-unj-kepada-aktivis-kampus-Ktit7gsL55.jpg Kampus UNJ. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Sempat hampir di-drop out (DO) lantaran terlalu lantang dalam menuangkan pendapat tak membuat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ), Ronny Setiawan patah arang. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia tersebut justru tak mau menjadi trauma, apalagi dalam menegakkan kebenaran.

"Tidak boleh kapok, apalagi sampai trauma dalam mengungkapkan aspirasi," tuturnya saat dihubungi Okezone.

Sebelumnya, Ronny mendapat SK pemecatan dari Rektor UNJ, Prof Dr Djaali lantaran dinilai melakukan fitnah, penghasutan, dan ancaman yang ditujukan kepada sang rektor. Beruntung, setelah melakukan mediasi, Rektor UNJ bersedia menarik SK tersebut sehingga Ronny menjadi mahasiswa UNJ lagi.

"Ada hikmah yang bisa diambil dalam peristiwa ini. Kepada rektor, agar lebih bijak sebelum mengambil keputusan. Kalau untuk saya pribadi jadi melihat ternyata perjuangan untuk membela kebenaran itu ada ancamannya. Namun, di balik ancaman akan ada hal yang indah," terangnya.

Sebagai aktivis kampus, cowok yang ingin menjadi guru kimia itu mengaku sudah pernah memikirkan berbagai risiko yang akan dia hadapi. "Bahkan risiko sampai menimbulkan kematian juga sempat terlintas. Jadi ancaman DO kemarin juga saya anggap sebagai risiko," ujarnya.

Kepada seluruh aktivis kampus, Ronny mengimbau tak usah merasa ciut, apalagi setelah melihat kasus yang menimpanya. Menurut dia, halangan harus dihadapi dengan keyakinan.

"Pesan kepada aktivis mahasiswa jangan menyerah dan harus yakin. Teruslah bergerak sekalipun menghadapi hambatan," ucap mahasiswa angkatan 2011 itu.

Selain itu, dia juga punya pesan khusus untuk para pengurus BEM UNJ berikutnya. "Katakan hitam kalau hitam, katakan putih kalau putih," tutupnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini