Janji Rektor untuk Ketua BEM UNJ

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 07 Januari 2016 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 07 65 1282525 janji-rektor-untuk-ketua-bem-unj-rX5xutRVbX.jpg Rektor UNJ Prof Djaali (tengah) pada proses islah dengan Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Setelah SK pemecatan Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ronny Setiawan dicabut, kini mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ tersebut resmi menjadi mahasiswa aktif kembali. Ronny pun bisa menjalani aktivitas perkuliahan dan organisasi seperti biasa.

Meski dalam waktu singkat, ternyata islah Rektor UNJ, Prof Dr Djaali dengan Ronny memerlukan beberapa proses dan mediasi. "Ikatan alumni bertindak sebagai mediator. Karena mereka adalah kakak dari Ronny. Kami ini ayahnya, Ronny anaknya," terang Djaali.

Djaali menjelaskan, Ronny yang dimediasi oleh ikatan alumni datang dan meminta maaf terhadap apa yang sudah dia posting di media sosial (medsos), khususnya pendapat yang bersifat fitnah, penghinaan, dan penghasutan.

"Tentu sebagai ayah, anak minta maaf ya dimaafkan. Nah, kemudian dibuatlah pernyataan tertulis oleh Ronny dan beberapa mahasiswa lainnya, yakni kesepakatan untuk menarik dan meralat segala pendapat yang sudah di-posting," tuturnya.

Pernyataan tertulis tersebut juga diunggah di setiap akun medsos yang bersangkutan. Hal tersebut bertujuan untuk meredam keresahan dan kesimpangsiuran informasi di kalangan civitas akademika UNJ, bahkan di masyarakat luas.

"Medsos itu penyebarannya cepat, sehingga proses SK pemecatan Ronny sebelumnya juga cepat. Sebab, pernyataan tersebut menyangkut dengan kredibilitas UNJ. Apalagi berhubungan dengan pemimpin, tentu ini sangat memengaruhi kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Pascaislah, Djaali berjanji, Ronny dapat melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa, tanpa ada pembeda apa pun. "Tidak akan ada yang dipersulit, sentimen, dan lain sebagainya. Semua sudah damai. Mereka semua kan sudah membuat pernyataan yang jika melanggar bersedia menjalani hukuman sesuai Undang-Undang yang berlaku," ucapnya

Djaali juga menambahkan, setelah pencabutan SK pemecatan Ronny, pihaknya beserta jajaran langsung mengadakan rapim untuk menyusun SK baru yang akhirnya tercantum pada SK Rektor UNJ Nomor 02/SP/2016 Tentang Pengaktifan Kembali Sdr Ronny Setiawan Sebagai Mahasiswa UNJ. SK baru itu pun sudah berlaku sejak pascaislah 6 Januari.

"Yang terpenting terjadi proses pendidikan dan penyadaran. Kalau salah harus sportif minta maaf atas dasar mereka menyadari perbuatannya," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini