Syarat Utama Mahasiswa UNJ Bebas Berpendapat

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 07 Januari 2016 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 07 65 1282499 syarat-utama-mahasiswa-unj-bebas-berpendapat-viMaBvCJnV.jpg Kampus UNJ. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Menyerukan pendapat secara kritis merupakan salah satu ciri khas mahasiswa. Sayangnya, hal tersebut sedikit ternodai ketika Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ronny Setiawan justru mendapat SK drop out (DO) lantaran dinilai mem-posting pendapat secara kurang beretika di media sosial (medsos).

Meski kini kedua belah pihak sudah islah, dan Rektor UNJ langsung mencabut SK DO Ronny, ternyata kasus tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran dari para mahasiswa mengenai kebebasan berpendapat di lingkungan kampus.

Menanggapi anggapan tersebut, Pembantu Rektor Bidang Akademik UNJ, Prof Dr Muchlis Rantoni Luddin mengatakan, kebebasan berpendapat sama sekali tak ada hubungannya dengan kasus Ronny dan beberapa rekannya.

"Silakan! Mau berpendapat, diskusi, dan sebagainya bebas. Tapi, syaratnya harus ada data karena ini kan kampus bukan pasar," ucapnya saat berbincang dengan Okezone, baru-baru ini.

Maraknya pertumbuhan media sosial (medsos), ujar Muchlis, harus disikapi dengan bijaksana. Salah satunya, yakni menggunakan etika saat bermedia.

"Itu yang membedakan institusi lain dengan perguruan tinggi. Tanpa data, tentu apa yang dibicarakan tidak bisa dianggap benar," terangnya.

Muchlis menegaskan, saat ini masalah SK DO Ketua BEM UNJ sudah selesai dengan ditandatanganinya SK pengaktifan Ronny sebagai mahasiswa lagi.

"Jangan takut berpendapat atau kritis. Mahasiswa itu saatnya aktualisasi diri. Tapi ingat, jaga etika jangan sampai melukai orang lain," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini