Happy Ending untuk Sang Presiden Mahasiswa

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 07 Januari 2016 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 06 65 1282316 happy-ending-untuk-sang-presiden-mahasiswa-caT574ogzN.jpg Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan. (Foto: BEM UNJ)

JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) Ronny Setiawan bisa bernafas lega. Dia akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan sebagai calon guru kimia di UNJ setelah sebelumnya dipecat sang rektor, Prof Djaali.

Kembalinya status Ronny sebagai mahasiswa aktif program studi Pendidikan Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ ini dipastikan setelah proses mediasi dan islah antara BEM UNJ dan Pimpinan UNJ, Rabu 6 Januari. Usai pertemuan, para pimpinan kampus calon guru tersebut mengadakan rapat.

"SK pencabutan sanksi drop out (DO) Ronny telah selesai ditandatangani sehingga Ronny resmi kembali aktif menjadi mahasiswa UNJ," ujar Pembantu Rektor Bidang Akademik UNJ, Prof Dr Muchlis Rantoni Luddin, kepada Okezone, di kampus UNJ, Jakarta Timur.

Menurut Muchlis, kehebohan pemberitaan DO Ronny di berbagai media sosial (medsos) sejak beberapa hari lalu merupakan miskomunikasi yang berakar dari masalah sepele.

"Dari rencana pemindahan FMIPA ke kampus A yang sebenarnya sudah disiapkan tempatnya. Kemudian Ronny meminta penjelasan berupa diskusi, tapi langsung dari rektor. Padahal sudah didelegasikan kepada pembantu rektor, tapi pihaknya keberatan," paparnya.

Singkat cerita, kata Muchlis, terjadi multi intepretasi sehingga muncul berbagai tulisan di medsos. Beberapa di antaranya kemudian dinilai melanggar etika seorang mahasiswa, yakni berpendapat tanpa data yang lengkap.

"Sampai akhirnya keluar SK DO itu, prosesnya sangat singkat. Sampai akhirnya menimbulkan kehebohan luar biasa," terangnya.

Tak mau masalah terjadi berlarut-larut, pihak UNJ kemudian segera mengambil langkah untuk mengadakan kesepakatan, dan hasilnya ada lima poin yang disetujui oleh pihak BEM dan Pimpinan UNJ.

"Akhirnya happy ending. Ini hanya miskomunikasiantara ayah dan anak. Sudah ada win-win solution. Semua sudah legowo dan saling memaafkan. Ronny bisa kuliah lagi seperti biasa. Dia juga masih menjadi Ketua BEM karena walaupun sudah ada pengganti terpilih, tapi belum serah terima jabatan," tandasnya.

Sebelumnya, Ronny dipecat rektor karena dianggap telah bertindak kejahatan berbasis teknologi, pencemaran nama baik, serta penghasutan yang dapat mengganggu ketenteraman dan pelaksanaan program yang dilaksanakan pihak kampus. Selain itu, pihak rektorat juga menganggap Ronny pernah mengancam Rektor UNJ dalam kapasitasnya sebagai Ketua BEM. Langkah ini dikecam banyak elemen masyarakat dan menjadi marak di media sosial dengan tanda pagar #SaveRonny.

Meski demikian, pertemuan mediasi antara Rektor UNJ Prof Djaali dan Ronny membuahkan lima poin kesepakatan. Salah satunya, rektor mencabut surat pemecatan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini