Mahasiswa UNJ Khawatir Tak Bebas Berpendapat Lagi

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 06 Januari 2016 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 06 65 1282106 mahasiswa-unj-khawatir-tak-bebas-berpendapat-lagi-cD8gaEsVE8.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

JAKARTA - Pascakeputusan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan drop out (DO) kepada Ketua BEM, Ronny Setiawan, mahasiswa lain khawatir hal tersebut berdampak terhadap kebebasan berpendapat di kampusnya.

"Sekarang belum terasa karena kasus ini masih berjalan, jadi orang-orang pengin tahu kelanjutannya. Tapi ke depan pasti terlihat dampaknya. Ada enggak yang masih vokal berani mengritik," ujar mahasiswa UNJ, Aji, kepada Okezone, Rabu (6/1/2016).

Pendapat serupa diutarakan oleh mahasiswa semester lima, bernama Nauval. Menurut dia, beberapa tahun ke depan jika situasi tak membaik, maka makin sedikit mahasiswa yang mau kritis. Nauval pun sangat menyayangkan jika itu benar-benar terjadi.

"Ya nanti mahasiswa jadi takut berpendapat karena hukumannya langsung DO," terangnya.

Mengenai sikap rektor, ucap Nauval, seharusnya jangan langsung mengeluarkan SK DO, namun ada audiensi dan diskusi dulu sehingga tak menyebabkan kegaduhan seperti saat ini.

"Malu-maluin, di saat kampus lain beritanya prestasi, ini malah ada kasus DO, dan itu ketua BEM," sebutnya.

Sedangkan mahasiswi UNJ, Rara, mengutarakan, aksi Ronny mengajukan undangan terbuka untuk audiensi mengenai beberapa masalah di UNJ adalah hal yang wajar. "Ya kita kan butuh transparansi dari rektor. Masa ada sesuatu yang tidak beres kita diam saja. Rektor harusnya berbaur dengan mahasiswa," tuturnya.

Mahasiswi lainnya, Anna menambahkan, di zaman reformasi saat ini sudah bukan saatnya mengekang mahasiswa berpendapat. Apalagi, ada data-datanya.

"Kalau dibatasi gini kayak zaman orba dulu. Untung saja enggak sampai diculik atau diapakan. Pokoknya semoga cepat selesai, dan dicabut SK DO-nya," tutup cewek berkerudung itu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini