Share

Keputusan Rektor UNJ DO Ketua BEM Dinilai Berlebihan

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 06 Januari 2016 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 06 65 1282030 keputusan-rektor-unj-do-ketua-bem-dinilai-berlebihan-UEUONCEGlT.jpg Pascapemecatan Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan, suasana kampus lengang karena mahasiswa sibuk UAS. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Keputusan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Djaali men-drop out (DO) Ketua BEM, Ronny Setiawan menuai banyak kontra dari berbagai kalangan. Suara paling keras keluar dari mahasiswa UNJ sendiri.

Mahasiswa tingkat akhir di UNJ, Aji, misalnya, menilai surat keputusan yang dikeluarkan oleh rektor berlebihan dan hanya bentuk kepanikan semata. "Sebagai pemimpin universitas seharusnya mengayomi mahasiswa, kalau ada masalah duduk bareng diselesaikan secara mufakat. Ini malah bikin heboh," ujarnya kepada Okezone, Rabu (6/1/2016).

Aji mengaku sangat menyayangkan keputusan rektor tersebut. Meski aksi Ronny cukup vokal, berani, dan kritis, namun dia menilai seharusnya tak sampai membuat Ronny diberhentikan, bahkan hingga menimbulkan pemberitaan yang heboh.

Sementara mahasiswa lainnya, Anna, mengatakan bahwa tindakan Rektor UNJ sangat berlebihan. Sebab, dia berpendapat undangan terbuka yang dibuat Ronny sama sekali tidak ada unsur ancaman.

"Undangan terbuka malah dianggap sebagai tindak kejahatan, katanya mengajak demo. Itu enggak masuk akal. Mungkin rektor gerah sampai menyangka itu ancaman," tuturnya.

Mahasiswi yang cukup aktif dalam organisasi kampus itu berharap, pihak rektorat segera menindaklanjuti kasus tersebut dengan mencabut surat keputusan DO Ronny Setiawan.

"Jangan sepihak, bicarakan dulu, ini tiba-tiba panggil orangtua terus kasih surat DO. Semoga Kak Ronny enggak jadi di-DO. Karena ada kabar kalau beberapa mahasiswa besok juga mau dipanggil tapi belum tahu itu benar apa enggak," tukasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini