Share

Kronologi Pemecatan Ketua BEM UNJ

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 06 Januari 2016 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 06 65 1282002 kronologi-pemecatan-ketua-bem-unj-lCMLTwKINr.jpg Kampus UNJ. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Langkah pemecatan Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ronny Setiawan oleh Rektor UNJ Prof Dr Djaali adalah buntut kekisruhan yang terjadi di kampus pencetak calon guru tersebut. Nyatanya, banyak hal terjadi sebelum rektor mengeluarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Jakarta Nomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiwa Universitas Negeri Jakarta.

Dikutip dari keterangan resmi Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu, Rabu (6/1/2016), berikut ringkasan kronologi pemecatan Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan.

23 Desember 2015

Mahasiswa FMIPA UNJ melakukan demonstrasi di kampus A UNJ lantaran menolak rencana rektorat untuk memindahkan fakultas mereka dari kampus B ke kampus A. Alasannya sederhana, karena fasilitas yang bisa menunjang akademis serta organisasi di kampus A belum sepenuhnya siap dan memadai.

24-28 Desember 2015

Banyak tulisan yang mengkritik rektor UNJ, baik anonim maupun jelas penulisnya, beredar di internet. Salah satu tulisan yang anonim adalah "Alamak Kepemimpinan Rektor Djaali".

Pada periode ini juga beredar posting-an informasi di media sosial serta broadcast mengenai surat disposisi rektor UNJ pada salah satu mahasiswa di FIP yang permohonan penurunan UKT-nya ditolak. Dalam disposisi itu tertulis, "UKT sudah hasil verifikasi FIP. Kalau tidak sanggup, bisa cuti atau menarik diri".

Selain itu, masih banyak permasalahan yang terjadi di lingkungan UNJ seperti ketidaknyamanan parkir, simpang siurnya informasi pelaksanaan KKN, pemutusan beasiswa, perubahan BEM jurusan ke prodi hingga janji advokasi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) yang belum direalisasikan rektorat.

27 Desember 2015

Komandan Green Force UNJ atau Tim Aksi Universitas melakukan inisiatif untuk mengumpulkan berberapa tim aksi fakultas se-UNJ serta mitra strategis BEM UNJ. Dengan tujuan bisa melakukan diskusi serta merumuskan sejumlah isu strategis yang nantinya perlu dikawal ke depan.

28 Desember 2015

Pagi hari, undangan FGD yang dijadwalkan pada 29 Desember 2015 sore, disebarkan ke seluruh lingkungan UNJ dan direspons dengan kesediaan semua komponen mahasiswa UNJ. Namun ternyata malamnya, seluruh jajaran BEMF dan BEMJ mendapat undangan dari Dekanat Fakultas dan Jajaraya masing-masing untuk bertemu keesokan harinya.

29 Desember 2015

Dekanat dan jajaranya meminta mahasiswa membatalkan FGD tersebut dan kalau tetap dilaksanakan sebaiknya di ruang tertutup. Namun aliansi mahasiswa menolaknya.

Sore harinya, forum itu tetap dilaksanakan dihadiri dengan dihadiri oleh 350 mahasiswa. Mereka kemudian membentuk sebuah kelompok kecil yang membahas berbagai isu masalah kampus.

30 Desember 2015

Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu mengajukan surat permohonan audiensi kepada rektorat UNJ untuk mengklarifikasi kebenaran isu yang beredar. Tenggat waktu diberikan hingga 5 Januari 2016 bagi rektorat untuk bisa memenuhi undangan.

4 Januari 2016

Tiba-tiba Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan mendapatkan surat panggilan agar kedua orangtuanya menghadap rektor.

5 Januari 2016

Ronny secara resmi dipecat sebagai mahasiswa UNJ karena dinilai telah melakukan tindak kejahatan yang berbasis teknologi serta penghasutan yang bisa mengganggu ketentraman. Selain itu, Ronny juga dinilai telah melayangkan surat bernada ancaman.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini