Share

Siang Ini Mahasiswa UNJ Ngumpul untuk #SaveRonny

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 06 Januari 2016 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 06 65 1281873 siang-ini-mahasiswa-unj-ngumpul-untuk-saveronny-xYVMVVrPZo.jpg Kampus UNJ. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Pemecatan oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Djaali terhadap Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan mendapat reaksi keras dari mahasiswa kampus pencetak guru tersebut. Bahkan, berbagai elemen mahasiswa akan berkumpul dalam sebuah aksi siang ini di kampus.

Dikutip dari akun resmi twitter BEM UNJ, @BEMUNJ_OFFICIAL, Rabu (6/1/2016), konsolidasi akbar mahasiswa UNJ dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Kegiatan akan dipusatkan di Tugu Pergerakan UNJ. Sebelumnya, mereka juga berupaya bertemu dengan rektor untuk mempertanyakan keabsahan dan berbagai alasan rinci dikeluarkannya surat pemecatan terhadap Ronny.

"Mahasiswa UNJ menyatakan sikap untuk: Menuntut dicabutnya surat SK DO untuk Ronny. Kita akan tetap mengawal TUNAS (7 Tuntutan Aspirasi) Mahasiswa UNJ untuk dipenuhi Rektor karena menyangkut kepentingan seluruh mahasiswa," demikian seperti ditulis ‏@BEMUNJ_OFFICIAL.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 5 Januari 2016, melalui surat dengan nomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Rektor UNJ melakukan drop out kepada Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan. Dia dipecat karena dinilai telah melakukan tindak kejahatan berbasis teknologi dan penghasutan yang dapat mengganggu ketentraman dan menyampaikan surat kepada Rektor UNJ yang bernada ancaman.

Nyatanya, Ronny menyampaikan surat permintaan audiensi mahasiswa UNJ kepada rektor untuk meminta keterangan atas berbagai masalah di kampus yang disebut Tujuh Tuntutan Aspirasi (Tunas). Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dihelat mahasiswa 29 Desember 2015, ada tujuh masalah yang diusung mahasiswa dalam audiensi tersebut yaitu rencana pemindahan FMIPA, beasiswa, pengalihan BEM jurusan menjadi BEM prodi, uang kuliah tunggal (UKT), fasilitas parkir kampus yang tidak aman, kesimpangsiuran KKN, dan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini