Kemdikbud Lepas Proyek Buku Kurikulum 2013

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 04 Januari 2016 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 04 65 1280459 kemdikbud-lepas-proyek-buku-kurikulum-2013-ZygeJ2HUkP.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

JAKARTA - Semangat untuk mengubah kurikulum 2013 tidak berhenti di materinya saja. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun melepas penulisan dan percetakan buku pengganti kurikulum 2006 itu.

Dalam buku Kilasan Setahun Kinerja Kemendikbud tertulis perubahan fundamental kurikulum 2013 juga untuk mengembalikan sistem penyediaan buku pelajaran ke ekosistem perbukuan. Pemerintah tidak lagi menjadi penulis sekaligus pencetak buku. Pihak lain bisa menyediakan buku asalkan dinilai layak oleh Kemendikbud.

Mendikbud Anies Baswedan menyatakan, melepaskan proyek buku ke ekosistem itu dilandasi semangat otonomi pendidikan dan konsekuensi atas kebhinekaan Indonesia. Menurut dia, kualitas buku lebih bagus bila disediakan secara kompetitif oleh ekosistem.

"Guru, penulis dan sebagainya bisa ikut serta dalam ruang lebar penulisan buku ini. Dan buku yang baik yang akan dipilih oleh sekolah dan guru," kata Anies, Senin (4/1/2016).

Pengagas Indonesia Mengajar itu menuturkan, pemerintah tetap bertugas memberi insentif dan disinsentif terhadap para pelaku di ekosistem ini. Mulai dari menyediakan dana lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli buku, merekomendasikan buku yang memenuhi standar mutu dan harga hingga membantu memberi kemudahan pada banyak penulis, penerbit dan percetakan yang menyediakan buku pelajaran bermutu dan terjangkau.

Tidak ada kekhawatiran dari Kemendikbud jika buku yang dilepas ke pasaran itu akan menjadi mahal. Sebab, tegas Anies, harga eceran tertinggi (HET) buku akan berkisar 30-40 persen dari harga pasar. Selain itu orangtua tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli buku sebab sekolah yang akan membelinya dengan memakai dana BOS. Kalaupun orangtua ingin membeli buku tambahan pemerintah tetap mempersilahkan.

"Artinya daya beli buku tetap disediakan oleh pemerintah, tapi keputusan membeli buku ada di tangan sekolah/masyarakat," ujarnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini