Hanya 11% Masyarakat Indonesia Mengenyam Perguruan Tinggi

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 23 Desember 2015 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 23 65 1273649 hanya-11-masyarakat-indonesia-mengenyam-perguruan-tinggi-qflBM2ZwE6.jpg Masih banyak masyarakat Indonesia tidak mencicipi bangku kuliah. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Tingginya angka putus sekolah membuat anak-anak Indonesia tidak bisa memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. Bahkan, diketahui hanya 11 persen masyarakat Indonesia yang bisa mencicipi perkuliahan.

"Indonesia hanya 11 persen. Bila kita bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, mereka sudah 23 persen. Jadi bila kita ingin berkompetisi dengan baik maka di perguruan tinggi harus kita tingkatkan," ungkap Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemristekdikti, Intan Ahmad, di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Apalagi tinggal hitungan hari kita akan meghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya, menanamkan jiwa entrepreneur kepada mahasiswa bisa menjadi salah satu cara agar bisa bersaing secara global.

"Ini merupakan cara yang cerdas atas permasalahan kita saat ini. Karena dengan cara ini kita bisa meningkatkan ekonomi. Inilah upaya yang nyata untuk melihat potensi para wirausaha muda di kalangan mahasiswa," ujarnya.

Kerap kali kita menanyakan sudah siapkan kita dalam mengahdapi MEA. Hal ini bukan mengenai siap atau tidak siapnya kita dalam mengahdapi MEA, namun apa yang sudah kita siapkan.

"Nanti kita akan bersaing dengan warga asing. Masalahnya kalau kita tidak siap, negara lain akan menguasai kita. Bisa saja mereka lebih fasih berbahasa Indonesia-nya dari kita," imbuh dia.

Intan menambahkan, upaya ini termasuk bela negara. Jadi, kampus harus bisa meluluskan para mahasiswa yang bisa berkompetensi.

"Jadi, bela negara itu bukan hanya pda fisik. Tapi, bagaimana kita juga siapkan secara mental dan intelektual," imbuhnya. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini