Teman Sebaya Ampuh Sebar Pesan Antirokok

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 17 Desember 2015 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 17 65 1269596 teman-sebaya-ampuh-sebar-pesan-antirokok-cV4xgNMJiR.jpg Ilustrasi Foto: dok. Okezone.

JAKARTA - Angka perokok aktif di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Ironisnya, kebiasaan merokok tersebut sudah dimulai sejak usia muda. Bahkan, sempat ditemukan beberapa kasus balita merokok atau baby smoker.

Melihat kondisi itu, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) membuat program 'Generasi Kreatif Penggerak Nusantara' untuk mempromosikan baya merokok di kalangan pelajar SMP melalui teman sebaya.

"Usia remaja merupakan masa peralihan. Anak mulai kritis dan mencari jati diri. Dalam hal ini lingkungan sangat berpengaruh membentuk karakter anak," ucap Project Manager Program Edukasi Tembakau CISDI, Sitti Arlinda, Kamis (17/12/2015).

Arlin mengatakan, lima remaja usia 13-15 tahun adalah perokok aktif. Kemudian, setelah melakukan uji coba di dua sekolah, lebih dari 70 persen pelajar sudah mengetahui adanya peraturan dilarang merokok di lingkungan sekolah.

"Kedua sekolah itu adalah SMP Negeri 113 Jakarta dan SMP Al-Izhar. Di sini kami memilih satu sekolah negeri dan swasta untuk menyusun modul yang sesuai," tuturnya.

CISDI memberikan pre test dan post test untuk melihat dampak dari pelatihan. Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan intervensi tutor sebaya dalam memberikan pemahaman menegnai rokok agar remaja bisa berdaya menentukan pilihan terhadap perilaku merokok.

"Setiap sekolah ada 25 tutor teman sebaya. Materinya mencakup kandungan rokok, harga rokok, kawasan bebas rokok (KTR), iklan rokok, kepemimpinan dan komunikasi, serta kampanye kreatif," paparnya.

Dilihat dari hasil pre test, sebut Arlin, beberapa pelajar pernah melihat guru dan temannya merokok di lingkungan sekolah. Mereka juga sudah paham bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan. Sementara sekira 30 persen pelajar pernah mencoba merokok.

"Setelah dilakukan intervensi dan pelatihan dengan teman sebaya di kedua sekolah tersebut, terjadi perubahan ke arah positif. Program tutor sebaya memiliki kesempatan berhasil menyentuh pelajar secara emosional. Program ini juga mampu memberdayakan remaja untuk menjadi agent of change," pungkasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini