20% Pelajar SMP di Indonesia Jadi Perokok Aktif

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 17 Desember 2015 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 17 65 1269490 20-pelajar-smp-di-indonesia-jadi-perokok-aktif-1dO2iHlwSY.jpg Ilustrasi: pelajar SMP di sekolah. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Fakta mengejutkan muncul pada jumlah perokok usia remaja di Indonesia. Data dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014 Indonesia memperlihatkan, 20 persen remaja usia 13-15 tahun adalah perokok aktif. Dari jumlah tersebut, 36 persen adalah pelajar laki-laki, sedangkan empat persen adalah pelajar perempuan.

"Iklan merupakan salah satu yang memberi pengaruh besar untuk merokok. Iklan rokok bagus dan keren, billboard rokok ada di setiap sudut jalan," ujar Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Lily S Sulistyowati, dalam bincang-bincang di Bakoel Koffie, Kamis (17/12/2015).

Lily menjelaskan, pelajar SMP saat ini sudah mulai mengenal rokok. Hal tersebut ditambah dengan banyaknya kegiatan di sekolah yang justru didukung oleh rokok.

"Sebanyak 41,5 persen remaja yang kegiatan sekolahnya disponsori rokok memiliki pengaruh untuk mulai merokok," imbuhnya.

Parahnya lagi, proporsi perokok pemula sebernarnya sudah dimulai pada usia 10-14 tahun. Sehingga, kata Lily, perlu ada pengendalian dari pemerintah untuk pencegahan perilaku merokok.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini