Share

Jadi Insinyur Jangan Cuma di Atas Ijazah

ant, · Jum'at 11 Desember 2015 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 11 65 1265527 jadi-insinyur-jangan-cuma-di-atas-ijazah-OibpSn4NIt.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong para insinyur untuk terus berinovasi agar terus membuat kemajuan. Hal ini didasari fakta bahwa ilmu pengetahuan sangat cepat berkembang.

"Kalau insinyur tidak menemukan inovasi, maka tidak membuat kemajuan karena inovasilah yang menimbulkan kebangkitan atau penemuan. Maka sebagai insinyur harus berlandaskan pada inovasi," kata Wapres di Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Wapres menyampaikan hal tersebut saat membuka Kongres XX Persatuan Insinyur Indonesia (PII). JK mengatakan, posisi insinyur sangat penting dan memberikan banyak kemajuan. Bahkan tiga dari tujuh presiden Indonesia adalah insinyur yaitu Soekarno, BJ Habibie dan Joko Widodo.

Dia menjelaskan perbedaan antara insinyur dengan ekonom, yaitu ilmu ekonomi selalu berkembang ketika ada krisis. Tapi insinyur setiap inovasi baru selalu mendatangkan kemajuan. Insinyur juga harus terus melakukan inovasi karena ilmu pengetahuan sangat cepat berkembang misalnya ilmu Teknologi Informasi (IT) yang berkembang setiap 1,5 tahun.

"Jika tidak diasah, dilatih dan ditingkatkan maka ilmunya akan hilang. Hanya tinggal ijazahnya," katanya.

Menurut JK, saat ini Indonesia kekurangan insinyur dengan perbandingan satu insinyur untuk 10 ribu orang. Rasio ini berbeda jauh dengan Malaysia yaitu satu insinyur di antara 3.000 orang dan Singapura dengan perbandingan 1:1.000 orang. Selain itu, hanya 45 persen insinyur yang bekerja sesuai dengan pendidikannya, selebihnya menganggur. Maka solusinya adalah membuka lapangan kerja dan pengembangan ekonomi.

Follow Berita Okezone di Google News

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini