Mahasiswa Bisa Jadi Pengawas Pilkada

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Senin 07 Desember 2015 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 07 65 1262096 mahasiswa-bisa-jadi-pengawas-pilkada-YuEowmIhmw.jpg Ratusan mahasiswa berkumpul di UI dan membekali diri dengan berbagai informasi pilkada. (Foto: Marieska HV/Okezone)

DEPOK - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) untuk mendapatkan banyak informasi seputar pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Mereka berkumpul untuk mendapatkan arahan tata cara pilkada hingga adanya temuan kecurangan.

Center for Election and Political Party University Link yang berjejaring di 45 PTN/PTS se-Indonesia rutin hampir setiap pekan mengajak mahasiswa menjadi pemilih kritis. Kali ini mereka diajak untuk ikut mengawasi berbagai bentuk kecurangan Pilkada hingga di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kecurangan terdiri dari money politic yakni memberikan dan menerima barang atau uang dari calon tertentu dengan ajakan tertentu. Kecurangan lainnya yakni intimidasi yakni menekan pemilih untuk memilih calon tertentu. Terakhir yakni keterlibatan yaitu adanya persekongkolan penyelenggara dengan calon tertentu.

"Pertama ini deklarasi secara bersama-sama tokoh bangsa mengajak mahasiswa generasi muda bisa jadi pengawas pemilu. Artinya ikut mengawasi kecurangan," kata Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaraan Bawaslu RI Nelson Simanjuntak.

Nelson menjelaskan pilkada kali ini menjadi sejarah karena dilaksanakan serentak di 269 daerah. Pemerintah juga telah menetapkan 9 Desember sebagai hari libur nasional.

Mahasiswa yang datang di antaranya dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan UPN Veteran. Mereka diminta mengisi formulir untuk menceritakan pelanggaran pilkada apa yang mereka temukan di lingkungan mereka.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini