Hari Pahlawan, Pelajar Turunkan Spanduk Rokok

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 10 November 2015 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 10 65 1246837 hari-pahlawan-pelajar-turunkan-spanduk-rokok-OXimrI0wPS.jpg Pelajar menurunkan spanduk rokok di sekitar sekolah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. (Foto: dok. Komunitas Siswa 117)

JAKARTA – Pelajar di wilayah Jakarta Timur ini memiliki cara berbeda untuk memperingati Hari Pahlawan. Bersama masyarakat di Kelurahan Pondok Bambu dan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, para pelajar tersebut melakukan aksi menurunkan iklan dan promosi rokok di sekitar sekolah mereka.

Mengambil momentum Hari Pahlawan, para siswa anggota komunitas ini mengajak semua pihak untuk menjadi pahlawan bagi lingkungannya. Bagi para siswa, aksi tersebut adalah pernyataan sikap bahwa mereka memiliki kemauan untuk memperjuangkan hak pribadi dan teman-teman sebaya agar terbebas dari menjadi target iklan rokok.

Pada Agustus 2015, tiga lembaga yaitu Lentera Anak Indonesia, Yayasan Pengembangan Media Anak, dan Smoke Free Agents melakukan monitoring terhadap 360 sekolah di lima kota di Indonesia. Monitoring ini dilakukan untuk membuktikan adanya serbuan iklan rokok pada anak-anak, yang notabene menghabiskan banyak waktunya di sekolah. Dari monitoring ini didapatkan hasil bahwa 85 persen tempat penjualan (warung/minimarket) di sekitar sekolah memasang iklan/promosi rokok dengan berbagai bentuk.

Saat ini terdapat delapan SMP di Bandung dan Jakarta yang membentuk komunitas STAR alias Sekolah Tanpa Advertensi Rokok. Gerakan yang telah berlangsung sejak Juli 2015 ini mendorong siswa dan guru SMPN 117 Jakarta Timur giat memberi pengertian pada warung dan toko sekitar sekolah.

"Kalau tidak menargetkan anak-anak, kenapa pabrik rokok menempatkan iklan secara bebas di depan sekolah? Teman-teman seusia saya yang tertarik dengan iklan rokok ini bisa saja mencoba untuk merokok, padahal kami masih SMP. Lebih ngeri lagi kalau adik-adik kami di SD mencoba rokok juga gara-gara tertarik iklan rokok ini. Kami menolak jadi target oleh industri rokok. Dan hari ini kami beraksi untuk melindungi diri kami dan teman-teman kami dari iklan dan promosi rokok di sekitar sekolah," papar Ketua Komunitas Siswa 117 Tolak Jadi Target, Annisa Dwi Rosinawati dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Selasa (10/11/2015).

Pengurus RT 008/RW 04, Anas Bakri mengatakan, sebagai warga pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berharap aksi ini diharapkan akan terus menyebar, mengingat besarnya manfaat gerakan ini untuk menyadarkan seluruh pihak betapa pentingnya melakukan pelarangan iklan rokok, terutama di sekitar anak-anak.

"Dengan aksi penurunan dan penggantian spanduk atau iklan-iklan rokok di warung-warung sekitar sekolah tersebut kami juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi pelopor bagi sekolah-sekolah lain," kata Anas.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini