Ketika Kita Luput Merawat Bahasa Indonesia

Afriani Susanti , Okezone · Kamis 29 Oktober 2015 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 29 65 1240123 ketika-kita-luput-merawat-bahasa-indonesia-IluGuqAXlB.jpg Anak muda Indonesia makin banyak yang terbiasa berbahasa asing. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Guna memantapkan kemampuan berbahasa asing, banyak orang tidak ragu mengambil kursus bahasa. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

Namun, pernahkah terpikir, bagaimana kita memperlakukan bahasa Indonesia? Berapa jam dihabiskan untuk mempelajari dan mengasah kemampuan kita dalam bahasa ibu ini?

"Bahasa Indonesia kini luput dari perawatan. Padahal lahirnya bahasa Indonesia dilatarbelakangi ikatan kuat dengan budaya Nusantara," ungkap perwakilan dari Pusat Kajian Representasi Sosial, Dr. Risa Permanadeli dalam Diskusi "Menyambut Kembali Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri" di Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis(29/10/2015).

Risa menambahkan, kurangnya perawatan terhadap bahasa Indonesia tersebut dapat dilihat dari maraknya pemakaian bahasa-bahasa asing dalam berbagai sektor kehidupan. Papan iklan atau penanda tempat umum, misalnya, makin banyak menggunakan bahasa asing. Padahal, belum tentu juga penulisannya benar.

"Jadi dalam arti tertentu, kita sudah berkomunikasi dengan kesalahan. Hal itu bukan hanya menyimpan makna sosial, tapi juga menyimpan ilusi sosial," imbuh Risa.

Bagi Risa, tidak hanya memiliki makna sosial, tetapi juga merupakan masalah pilihan. Risa mencontohkan, suatu ketika dia melakukan presentasi di Meksiko. Bukannya bertanya tentang materi presentasi, peserta presentasi itu justru bertanya tentang kemampuan berbahasa Inggris.

"Mereka bertanya, mengapa saya bisa berbahasa Inggris, padahal negara kita jauh dari Amerika, jauh dari Inggris. Sedangkan mereka tidak mempelajari bahasa Inggris walau dekat dengan Amerika," ujarnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini