Sumpah Pemuda, Mahasiswa & Pelajar Tangkal Terorisme

Prabowo, Okezone · Rabu 28 Oktober 2015 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 28 65 1239595 sumpah-pemuda-mahasiswa-pelajar-tangkal-terorisme-2NgiScBZdW.jpg Ilustrasi: operasi penangkapan teroris. (Foto: dok. Okezone)

YOGYAKARTA - Ribuan mahasiswa dan pelajar di Yogyakarta mendapat pencerahan terkait jaringan terorisme yang harus dicegah. Mereka terlihat antusias mengikuti dialog yang digelar bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

"Ini memberi wawasan baru, ternyata jaringan teroris mengancam kita semua, tak terkecuali kalangan mahasiswa," kata Miftahul Huda, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (28/10/2015).

Huda mengaku, kegiatan ini bisa menumbuhkan kembali semangat pemuda Indonesia dalam menangkal paham radikal teroris yang acap kali mengatasnamakan Islam. "Selama ini, orang berpandang teroris dilakukan umat Islam, ternyata pandangan itu keliru. Tadi dijelaskan, non muslim juga ada yang bisa direkrut jadi teroris," jelasnya.

Bertempat di Jogja Expo Center, 1.000 mahasiswa dan pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti dialog bertema 'Peran Generasi Muda Dalam Pencegahan Terorisme'. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Badan Nasional Penangulangan Terorisme Komjen Pol Saud Usman Nasution, serta Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, menjadi pembicara dalam dialog tersebut.

Dalam sesi dialog kedua, dua mantan teroris, yakni Abdurrahman Ayyub dan Nasir Abbas membeberkan pengalamannya selama terjerumus dalam kelompok jaringan teroris. Tomi Sumarno, korban aksi teror, tepatnya bom JW Marriot juga menyampaikan kekhawatirannya jika pemuda Indonesia terjerumus dalam jaringan teroris.

"Kalau kita lihat, mereka berdua ini (Abdurrahman dan Nasir - red) juga korban dari hasutan jaringan teroris, sementara kami ini tak tahu apa-apa jadi korban perusakan," kata Tomi.

Kepala BNPT, Saud Usman Nasution menyampaikan, peran pemuda sangat dominan dalam upaya pencegahan tindakan terorisme. Tak heran, pihaknya mengajak mahasiswa dan pelajar se-Yogyakarta berdialog dalam pencegahan terorisme.

"Pemuda jadi garda terdepan, aset nasional, penerus bangsa, dan calon pemimpin generasi saat ini. Ada 1.000 orang di sini, semoga ditularkan ke yang lain dalam pencegahan terorisme," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini