Tiga Kampus Sosialisasikan Program Gelar Bersama

Prabowo, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2015 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 24 65 1237526 tiga-kampus-sosialisasikan-program-gelar-bersama-a0kaowWuTy.jpg

YOGYAKARTA - Joint degree atau gelar bersama merupakan program pendidikan bergelar yang diselenggarakan dua atau lebih lembaga pendidikan (kampus) yang bidang studinya berbeda. Contohnya, program joint degree pendidikan magister antara program Harvard Business School dan Harvard Law School.

"Mahasiswa yang mengikuti joint degree di kedua program Havard tersebut, gelar yang diberikan adalah JD atau MBA Juris Doktor atau Master in Business Administration," kata Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta, penyelenggara gelar bersama di MM UGM Yogyakarta, Sabtu (24/10/2015).

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam seminar sosialisasi program gelar bersama oleh Biro Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dan dari perwakilan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) turut dilibatkan dalam seminar di kampus terpadu UMY itu.

Prof Basu menambahkan, terdapat persyaratan yang harus diikuti oleh mahasiswa yang mengambil program joint degree di Harvard Law School (HLS) dan Harvard Business School (HBS). "Hal yang utama adalah mahasiswa harus diterima di masing-masing kampus. Durasi maksimal pembelajarannya selama empat tahun," jelasnya.

Pada tahun pertama, kata dia, mahasiswa diharuskan setahun penuh kuliah di HLS atau HBS. Selanjutnya berganti setahun penuh disalah satu HBS atau HLS. "Setelah itu pada tahun ketiga dan keempat mahasiswa baru kuliah di kedua kampus tersebut," jelasnya.

Sementara pengelola gelar bersama UI, Junaidi, MA menjelaskan bahwa permasalahan yang saat ini sedang dihadapi perguruan tinggi yaitu bagaimana agar setiap perguruan tinggi tersebut dapat berkonstribusi terhadap dunia.

Masalah yang dihadapi dunia seperti masalah kemiskinan, lingkungan hidup merupakan permasalahan yang harus diperhatikan. Mahasiswa, kata dia, perlu memahami semua masalah tersebut, sehingga yang dihadapi berdasarkan wawasan. Selain itu, ditahun 2015 ini akan menghadapi masyarakat Ekonomi ASEAN. "Untuk menghadapi semua masalah itu diharapkan dapat merekrut mahasiswa dalam program gelar bersama untuk membangun potensi yang ada," jelas Junaidi.

Dia menyebut terdapat 6.500 institusi dan 12 juta mahasiswa di ASEAN ini yang akan memberikan dampak positif, apabila mahasiswa mau berkolaborasi dalam gelar bersama. Hal ini karena pendidikan yang tinggi akan lebih memainkan peranan penting untuk menumbuhkan ekonomi. "Kolaborasi mahasiswa yang ikut andil dalam gelar bersama, akan meningkatkan kompetisi di setiap institusi perguruan tinggi," katanya.

Selain itu, kata dia, akan berdampak baik di bidang sosial, seperti perubahan demografis, teknologi, ekonomi, lingkungan, serta berdampak baik untuk kepemimpinan kampus itu sendiri. "Implementasi program joint degree merupakan tahap awal untuk mencapai kelas Internasional," jelasnya.

Junaidi menyampaikan, Internasionalisasi merupakan salah satu cara untuk memperkuat pengembangan pendidikan dan penelitian serta meningkatkan kualitas universitas melalui hubungan Internasional dan kerjasama Internasional dalam berbagai cara.

"Program internasionalisasi ini berarti merekrut mahasiswa yang membayar dan pada gilirannya meningkatkan pemasukan universitas. Dalam Internasionalisasi tersebut mencakup seluruh institusi, staff, mahasiswa, dan melibatkan berbagai instrument seperti mobilitas, pengembangan kurikulum dan internasionalisasi didalam kampus," jelasnya.

Junaidi menambahkan, terdapat lima komponen dalam internasionalisasi perguruan tinggi. Diantaranya yaitu global education, aliansi global dan jaringan. Maksud dari aliansi global dan jaringan yaitu harus memiliki jaringan kerjasama yang luas, baik dalam skala nasional maupun internasional. Selain itu, program untuk merekrut mahasiswa asing.

Sementata Kepala Sub-direktorat (Kasubdit) Kerjasama antar Lembaga, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Purwanto Subroto,Ph.D menyampaikan, program joint degree pada prinsipnya ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sebuah lembaga institusi perguruan tinggi.

Untuk melaksanakan program tersebut, setiap perguruan tinggi wajib melakukan diskusi maupun pembentukan kerjasama yang menghasilkan Memorandum of Understanding (MoU). Untuk pengembangan Universitas tersebut, Purwanto menambahkan kegiatan kerjasama perguruan tinggi dan mahasiswa asing akan menjadi salah satu informasi atau variable yang digunakan.

"Perluasan peluang kerjasama Perguruan Tinggi dapat dilalui dalam mempomosikan PT dan menjaring calon mahasiswa asing ke Indonesia melalui kegiatan seperti Indonesia Higher Education Expo (IHEE) yang telah dilakukan sejak tahun 2012," katanya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini