Share

Negara Terlambat Membina Pesantren

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 21 Oktober 2015 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 21 65 1235577 negara-terlambat-membina-pesantren-YGd5Fu8Exh.jpg Santri mengaji di pesantren. (Foto: dok. Okezone)
JAKARTA - Mutu pesantren dianggap belum sepenuhnya memenuhi standar pendidikan. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan negara dalam membina sektor pendidikan berbasis agama ini.

"Akibatnya kondisi pesantren memprihatinkan. Namun karena pesantresn memiliki ideologi, maka pesantren bisa terus hadir," ujar Kasubit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Jayadi di kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Pembinaan negara atas pesantren baru hadir secara formal ketika Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disahkan.

"Di situ kelihatan bahwa negara datang terlambat. Padahal, salah satu faktor Indonesia bisa merdeka juga karena keberadaan pesantren," imbuhnya.

Pesantren sendiri terbagi atas dua jenis. Pertama, pesantren yang menjadi satuan pendidikan. Pada jenis ini, para santri tidak belajar serta tidak mendapat layanan pendidikan apa pun.

"Mereka hanya mengaji. Saat ini ada sekira 481 ribu santri yang mengaji, data ini masih belum ditambah data lainnya," kata Ahmad.

Kemudian, jenis kedua adalah pesantren yang menyelenggarakan pendidikan seperti sekolah. "Para santri mendapat pelayanan pendidikan dalam bentuk program," tambahnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini