Share

Jangan Abaikan Pendidikan Berbasis Islam

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 21 Oktober 2015 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 21 65 1235493 jangan-abaikan-pendidikan-berbasis-islam-HbUTkqrpl8.jpg Suasana diskusi pendidikan berbasis Islam di Kementerian Agama. (Foto: Afriani S/Okezone)
JAKARTA - Saat ini, 4,4 juta anak Indonesia menempuh studi di pesantren pada jenjang sekolah dasar. Banyaknya jumlah santri tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berbasis Islam tidak bisa diabaikan.

Konsultan Kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan (ACDP), Totok Amin Soefijanto menilai, pendidikan berbasis Islam juga berpengaruh pada terwujudnya wajib belajar 12 tahun.

"Namun ada sejumlah tantangan pada pendidikan berbasis Islam ini. Misalnya, pemerintah daerah perlu mendanai pendidikan Islam yang saat ini masih disentralisasikan. Sementara pendanaan pendidikan umum seperti SD hingga SMA disalurkan melalui pemerintah di daerah. Jadi pembiayaan pendidikan Islam itu satu-satunya yang masih tersentralisasi," ujar Totok dalam diskusi pendidikan di Kemenag, Rabu (21/10/2015).

Sistem pendidikannya sendiri, imbuh Totok, terpusat di Kementerian Agama. Sehingga, pemerintah daerah pun tidak bisa mengawasi.

"Kadang-kadang sekolah di Kemenag itu agak dilupakan. Misalnya MTs sulit untuk melakukan standar pelayanan minimal karena keterbatasan laboratorium sains," imbuhnya.

Sementara dalam mengatasi kekurangan guru, bisa dilakukan dengan memberdayakan guru di sekolah umum ke sekolah madrasah.

"Padahal, angka putus sekolah di madrasah justru lebih sedikit dengan di sekolah umum," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini