Unsoed Terbaik dalam Indonesia Science Expo

Nazarudin Latief, Koran SI · Minggu 11 Oktober 2015 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 11 65 1230090 unsoed-terbaik-dalam-indonesia-science-expo-YlIo25192j.jpg Indonesia Science Expo 2015 (Foto: Twitter)

JAKARTA - Stan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi yang terbaik di ajang Indonesia Science Expo (ISE) 2015.

Dalam pameran ini, Unsoed menampilkan produk-produk inovasi yang berhasil menarik perhatian pengunjung. Di antaranya berbagai hasil riset pemuliaan padi, gula, laru alami, dan pengawet alami.

Ketua Tim Pameran Unsoed, Karseno mengatakan, dalam pameran yang digelar di Gedung LIPI Jakarta 8-11 Oktober 2015, ini Unsoed berhasil mengungguli stan perguruan tinggi lainnya.

Selain menampilkan berbagai inovasi teknologi yang sesuai dengan visi dan misinya, stan Unsoed juga sangat lengkap.

“Kelengkapan hasil inovasi yang ditampilkan Unsoed menarik perhatian pengunjung dan tampaknya memberi nilai lebih dalam kegiatan ini,” ujar Karseno.

Dia mengungkapkan, keberhasilan ini juga berarti keberhasilan para inovator Unsoed yang mengirimkan hasil inovasinya untuk ditampilkan dalam kegiatan ini.

"Tentu saja hal ini merupakan sumbangsih semua pihak, terutama para inovator Unsoed yang hasil penelitiannya ditampilkan dalam pameran ini,” lanjutnya.

Salah satu teknologi hasil penelitian bidang pemuliaan tanaman yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berkontribusi dalam peningkatan produksi padi di lahan kering adalah padi gogo aromatik.

Varietas ini mendapat perhatian besar pengunjung. Padi gogo aromatik hasil pemuliaan dua guru besar Fakultas Pertanian Unsoed, yaitu Profesor Suwarto dan Profesor Totok Agung Dwi Haryanto.

Keunggulannya terletak pada daya hasil yang tinggi, kemampuan ditanam di lahan kering dan di sawah, serta kualitas hasilnya yang tinggi ditandai oleh tekstur nasi yang pulen dan wangi.

Selain itu, ada juga Padi Bawor. Padi ini ditemukan oleh dosen, Noor Farid, juga dari Fakultas Pertanian. Padi ini mempunyai aroma yang harum. Selain itu lantaran dikembangkan dari padi sawah, masa panennya lebih cepat.

Ada juga padi yang kaya zat besi. Varietas ini cocok bagi masyarakat Indonesia yang banyak menderita anemia. Varietas ini ditemukan oleh Prof Suwarto, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

“Varietas-varietas ini sudah dibudidayakan dan diaplikasikan di bebarapa wilayah dan menjadi sentra padi. Ini siap untuk dikembangkan lagi dalam skala yang lebih besar,”ujarnya.

Piagam penghargaan sebagai stan terbaik (non LIPI) diberikan oleh Wakil Kepala LIPI kepada Unsoed yang dalam hal ini diwakili Sekretaris LPPM Unsoed, Sudiro. Pencapaian ini membuktikan karya-karya inovasi Unsoed semakin diakui.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini