Seragam Sekolah Jangan Kebanyakan 'Tempelan'

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 07 Oktober 2015 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 07 65 1227450 seragam-sekolah-jangan-kebanyakan-tempelan-zzYPGxHBMH.jpg Pelajar di sekolah. (Foto: dok. Okezone)
JAKARTA - Sebagai siswa, mengenakan seragam ketika ke sekolah merupakan suatu kewajiban. Setiap sekolah juga punya peraturan masing-masing. Misalnya, memakai rok rampel, sepan, dasi, dan sebagainya.

Namun, belakangan ini muncul aturan di mana siswa harus menyematkan atribut baru, seperti bendera merah-putih, emblem kelas, dan identitas nama. Bahkan, sempat beredar kabar penambahan badge 'aku benci korupsi' dan 'aku benci narkoba'.

"Aduh kalau keramaian atribut kayak gitu enggak setuju. Jadi kurang bagus juga dilihatnya," ujar seorang siswi SMA bernama Dila.

Dila mengatakan, seragam sekolah enggak perlu kebanyakan atribut atau badge. Hal terpenting, lanjut dia, adalah lokasi sekolah dan badge OSIS. Sedangkan badge kelas dinilai kurang efektif juga lantaran setiap naik kelas mereka harus mengganti badge yang ada di seragamnya.

"Cukup emblem lokasi dan OSIS. Kalau pakai nama suka ada yang iseng manggil. Misalnya, waktu itu pernah ada calo angkot yang sok kenal panggil nama yang ada di badge, kan risih," imbuh siswi jurusan IPS ini.

Sementara terkait penambahan atribut badge benci korupsi dan narkoba, Dila berharap peraturan tersebut tidak benar-benar diberlakukan.

"Waktu itu aku sempat lihat desainnya di medsos. Geli banget kalau seragam ditempelin kayak gitu. Gerakan benci korupsi dan narkoba sebaiknya disosialisasikan saja, enggak perlu ditempel di seragam," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini