Gebrakan Diaspora Indonesia di Bidang Pendidikan

Rabu 12 Agustus 2015 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 12 65 1194901 gebrakan-diaspora-indonesia-di-bidang-pendidikan-3F8uCEB0UR.jpg foto: ilustasi Okezone

JAKARTA – Diaspora Indonesia memiliki kontribusi dalam memajukan pendidikan di Tanah Air. Melalui jaringan warga negara Indonesia yang menetap dan bekerja di luar negeri, Diaspora Indonesia menjadi motor pengerakan untuk menjalin koneksi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah negara lain.

Lantas apa saja yang dilakukan Diaspora Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang ini atau sejak 2013 untuk memajukan pendidikan di Tanah Air. Berikut rangkumannya yang dikutip Okezone dari laman Diaspora, Rabu 12 Agustus 2015.

Inovasi Pendidikan

Di bidang pendidikan, Diaspora Indonesia membentuk portal bagi pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia. Mengajar baik secara langsung maupun melalui media lain bekerjasama dengan lembaga pendidikan di Indonesia.

Mendorong kebijakan yang lebih memudahkan kolaborasi bidang pendidikan terutama riset. Membangun data base dan memperkuat jejaring terkait bidang profesi pendidikan.

Iptek

Adapun di bidang inovasi dan iptek, Diaspora Indonesia mencoba mengembangkan kerjasama dengan sektor swasta dan pemerintah di bidang-bidang yang memiliki potensi tinggi bagi pembangunan nasional seperti Pusat Industri Kimia, Bio kimia dan Bio Teknologi, serta Tenaga Listrik Relatif Murah dari Konverter Energi Penahan Gelombang Laut (Breakwater Energy).

Bidang Kedirgantaaan

Di bidang kedirgantaraan, Diaspora Indonesia melalui task force Dirgantara bertekad untuk memberikan pemikiran, pengetahuan, dana, dan berbagi jaringan bisnis untuk membantu industri Dirgantara Indonesia.

Diaspora Indonesia juga secara khusus mendukung pembiayaan preliminary design program Regional Turboprop R80 dan menjadi interlocutor kepada investor potensial pada fase berikutnya serta meningkatan edukasi industri Dirgantara di semua strata pendidikan.

Bidang Kepemudaan

Diaspora Indonesia mendorong terciptanya sinergi antara pendidikan dan kebutuhan industri, untuk menunjang Indonesia maju. Dengan pembentukan jaringan bisnis pemuda Indonesia di bidang teknologi informasi, bisnis dan edukasi.

Pihaknya pun mendorong pembentukan badan khusus untuk mengembangkan sistem pengajaran dan promosi pencak silat secara internasional yang lebih komprehensif.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia belum menjadi negara dengan diaspora terbesar karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Posisi Indonesia saat ini di bawah China dan India.

Menurut Wapres, diaspora sangat dibutuhkan karena bisa berperan untuk membuka jaringan di luar negeri. Khususnya untuk akses modal, membuka pintu ekspor dan menyerap ilmu dari negara lain.

"Bangsa ini membutuhkan orang-orang seperti Anda yang mempunyai akses, ilmu dan pengalaman yang lebih baik. Indonesia butuh akses pasar di luar negeri. Itu akan membuka pintu ekspor kita. Belum lagi modal yang bisa diakses, hal-hal itu yang dibutuhkan negara kita,” kata JK saat membuka Kongres Diaspora Indonesia III di JS Luwansa, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini