UN Online Pertajam Kesenjangan Pendidikan

Selasa 31 Maret 2015 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 31 65 1126899 un-online-pertajam-kesenjangan-pendidikan-YXZtERswxj.jpg Pelaksanaan Ujian Nasional online hanya akan mempertajam kesenjangan pendidikan. (Ilustrasi: dok. Okezone)

KESENJANGAN terhadap pemerataan pendidikan akan semakin tajam dengan dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan yang melaksanakan ujian nasional berbasis CBT (Computer Based Test). Pasalnya, pemerintah belum bisa menjawab tuntas kesenjangan pendidikan antara daerah terpencil dengan kota besar.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis BCT dinilai hanya menjadi kelinci percobaan sebuah kebijakan sensasional namun tidak subtantif. Jika pemerintah ingin menjadikan pelaksanakan UN online sebagai ukuran kualitas dan kesiapan pendidikan di Indonesia, tentunya pemerintah telah meyakini bahwa 50 persen sekolah yang ada di Indonesia bisa melaksanakan hal tersebut.

Catatan penting penulis tentang ujian online ini adalah, pertama, sarana dan prasarana sekolah kita harus sudah mumpuni. Sekolah harus siap untuk ikut serta dalam pelaksanaannya. Dan kedua, persebaran pelaksanaan UN online didukung pada kesiapan guru dalam melakukan pendampingan.

Nyatanya, Mendikbud Anies Baswedan tidak mampu menjawab kesenjangan pendidikan kita. Tidak mungkin membuat kebijakan dengan ukuran yang tidak rata medannya karena hasilnya pun tidak akan valid. Selain itu, tidak ada kesimpulan pendidikan kita berhasil atau tidak jika standarisasi ukurannya hanyalah Ibu Kota Jakarta. Bagaimana dengan daerah terdepan, terluar dan tertinggal?

Kita merasakan penting pemerataan pendidikan mengingat sebelumnya pelaksanaan UN dengan standar kelulusan sama se-Indonesia membuat polemik tersendiri. Tidak mungkin menggunakan rumus persamaan dalam penilaian kalau kondisinya tidak sama. Seharusnya, disamakan dahulu kondisi sekolah, barulah pemerintah memberlakukan penilaian dengan rumus persamaan.

UN sekarang memang tidak sepenuhnya menentukan kelulusan. Tetapi pelaksanaan UN online justru mempertajam kesenjangan. Pasalnya, di Jakarta saja tidak semua sekolah bisa melaksanakan sistem tersebut.

Kita berharap pemerintah lebih dahulu memperbaiki infrastruktur pendidikan. Pemerintah perlu juga memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan agar semua siswa dari Sabang sampai Merauke merasakan perlakuan yang sama dalam pendidikan.

Ahmad Riduan Hasibuan

Mahasiswa PPS UNJ

Program Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Bendahara Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Kampus Okezone menerima kiriman berita seputar kegiatan kampus, artikel opini, foto dan karya lainnya dari civitas akademika. Karya haruslah asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Kirimkan karya beserta identitas dan foto pendukung ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini